TUJUAN HIDUP YANG MENGAGUMKAN

Wandi Budiman | 4/23/2014 | 0 komentar

TUJUAN HIDUP YANG MENGAGUMKAN

Selama tujuan hidup kita hanyalah Allah, dan selagi impian kita hanya mencapai keridhaan-Nya, pasti kita akan selalu bahagia dan pasti tidak akan gundah gulana.


Meski kita sakit bertahu-tahun, meski mengalami cobaan beruntun dan meski dicurigai banyak orang, tenang saja.

Ini dia, ‘Umar bin Abdul Aziz yang tetap tenang meski ditinggal mati tiga orang terkasihnya. Dia ditinggal mati anak lelaki tercintanya, salah satu pembantu terkasihnya,dan salah satu saudarnya. Dia tetap tenang.

Al-Fadhl bin ar-Rabi berkata;
“Aku belum pernah meliaht seorang pun yang mengalami nasib sepertimu, wahai Amirul Mukminin. Aku pun tidak pernah melihat seorang saudara sebaik saudaramu, aku pun tidak pernah melihat pembantu sebaik pembantumu atau anak lelaki sebaik anak lelakimu.” Dengan tenang ‘Umar bin Abdul Aziz menjawab, “Tidak usah begitu Demi Dzat yang menaqdirkan kematian mereka, Aku tidak suka da seseorang yang tidak menginginkan terjadi padahal sudah ditaqdirkan Allah.”  

Begitulah sikap ‘Umar bun Abdul Aziz, karena tujuannya hanyalah Allah, dan harapannya hanyalah mencapai keridhaannya.

Ini dia sosok yang lain, yaitu Shafia, bibi Rasulullah ketika diketahui bahwa Hamzah, saudaranya mati syahid pada perang Uhud dengan mayat yang tercabik-cabik.

Sahfia bergegas pergi kemedan perang untuk melihat mayat Hamzah. Akan tetapi Rasulullah mengutus Zubair, yaitu anak Shafia untuk membawa ibunya kembali pulang ke rumah agar tidak melihat mayat Hamzah yang buntung teling dan hidungnya, serta bagian perut yang tercabik-cabik. Dalam ketegaran seorang muslimah sejati, Shafia berkata lantang “mengapa Rasulullah melarangku, sedang dia telah memberitahuku kalau Hamzah saudaraku mati tercabik-cabik di jalan Allah? Sungguh, kita telah rela atas semua yang terjadi. Insya Allah aku akan menjaga diri dan bersabar.” Lalu dengan tenang Shafia meliaht mayat Hamzah, menyalatinya, kemudian kembali pulang dan memintakan ampun bagi Hamzah.

Ada sosok wanita lain disuku Dinar yang begitu tegar ketika ditinggal mati suami, ayah dan saudaranya dalam perang Uhud. Ketika diberitahukan kabar duka tersebut, dengan tenang dia bertanya, “Lantas, bagaimana keadaan Rasulullah?” Orang menjawab, “Baik. Alahmdulillah. Rasulullah selalu berbuat baik seperti yang engkau suka.” “Kalau begitu, biarkan aku melihat Rasulullah,” kata wanita itu. Setelah meliaht Rasulullah, di berkata, “Sungguh, setelah melihatmu, semua musibah terlihat kecil, wahai Rasulullah.”

Wanita tersebut menganggap enteng semua bencana dan derita. Sebab dia hidup hanya demi mencapai keridhaan Allah dan menaati pemimpin terkasihnya.
*******

ditukil dari Khalid 'Umar 'Abdurrahman ad-Dusuqi, Bawaits as-Surur, Maghfirah Pustaka Jakarta

Wallahu ‘alam [kisah inspiratif]

Category: , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar