KAPAK KEHORMATAN CENDRAMATA DARI RASULULLAH

Wandi Budiman | 4/30/2014 | 0 komentar

KAPAK KEHORMATAN CENDRAMATA DARI RASULULLAH

Suatu hari Nabi didatangi sseorang lelaki yang sehari-harinya mengemis dan tidak berusaha mencari pekerjaan. Nabi memperhatikan laki-laki tersebut. Dia nampak putus asa dan lemah tak berdaya. Lelaki tersebut telah kehilangan rasa percaya diri. Pakaiannya compang camping, kondisinya buruk, dan wajahnyapenuh dengan raut kemiskinan. Dia merendahkan diri dengan meminta-minta kepada orang lain.


Nabi merasa kasihan melihatnya. Nabi menyuruh membeli kapak kecil, lalu Nabi yang akan membuat gagangnya. (HR. Abu Daud)

Setelah kapak siap, Nabi menyurh lelaki tersebut merobohkan kesedihannya dengan kapak itu. Nabi menyurhnya menghancurkan kelemahan dan penghalang yang ada di depan matanya, serta mencampakan kebiasaan memminta-minta dan mengemis.

Ketika lelaki tersebut memahami maksud dan tujuan Rasulullah, rasulullah menyuruhnya ke desa untuk mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya. Dengan begitu, lelaki tersebut telah membeli harga dirinya kembali memalui kemuiaan, kesucian, dan harapan. Nabi ingin menanam benih harapan pada orang itu. Nabi ingin menyemai semangat berjuang dan bekerja. Di antara perintah Nabi, lelaki itu dipesan agar jangan menemuinya sebelum lima belas hari.

Benar saja, setelah waktu yang ditentukan, lelaki tersebut datang menghadap Nabi. Dia bukan lagi lelaki sebelum lima belas hari yang lalu. Dia datang dengan baju yang tidak compang camping. Dia datang dengan semangat, jiwa dan kondisi baru, bahkan dengan postur tubuh baru. Kerut di dahinya telah hilang. Raut mukanya telah berubah cerah. Kondisinya telah berubah. Hal itu tidak lain karena Nabi menyemai harapan dan menyiram pohon percaya diri sekaligus cinta bekerja pada orang itu.

Jadi jangan heran kalau setiap pagi dan sore Nabi saw selalu berdo’a.

اللهم إِنِي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَمِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ (روه البخارى)

“Ya Allah  aku minta perlindingan-Mu dari derita dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan.”
(HR. Bukhari)

Juga jangan kaget kau anda mendapati Allah telah berfirman dalam al-Qur’an,

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".
(Yusuf [12] : 87)
*******
ditukil dari Khalid 'Umar 'Abdurrahman ad-Dusuqi, Bawaits as-Surur, Maghfirah Pustaka Jakarta  

Wallahu ‘Alam [Kisah Inspiratif]

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar