ISTIGFAR
PUN PERLU ISTIGFAR.
Tabiat manusia
adalah tidak ma’sum (suci) dari berbuat dosa dan kesalahan. Disamping itu,
musuhnya pun banyak. Salah satunya, nafsu yang bertempat tinggal diantara dua
sisinya, yang menghiasi kejahatan sehingga terlihat baik dan memerintahkan
untuk melakukannya.
وَمَا
أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي
إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥٣)
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari
kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,
kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha
Pengampun lagi Maha Penyanyang”. QS. Yusuf [12] : 53









