SELAMAT DATANG BENCANA DAN MUSIBAH

Wandi Budiman | 4/23/2014 | 0 komentar


SELAMAT DATANG BENCANA DAN MUSIBAH

Seseorang yang tujuan hidupnya adalah Allah, yang harapannya hanya memperoleh ridha Allah, dan tidak pernah takut kepada selain Allah, tidak akan gentar oleh musibah atau takut dengan bencana. Bahkan, dia akan melawan semua kesulitan dan menerima segala yang ada tanpa keraguan. Orang seperti itu memiliki prinsip bahwa “menderita karena berjuang di jalan Allah sungguh sangat nimat”. Dia juga memiliki syair yang sangat indah;


Orang-orang melihat sekelilingku ada banyak duri
Tapi yang kulihat mawar harum mewangi
Dan sumber air bumi
Serta cahaya dan sinar hati,
Sebab, aku mengikuti Nabi
Yang memberi petunjuk dunia ini.

Lelaki yang memiliki tujuan pasti seperti dibawah ini bercerita kepada kita;
Aku terus berjalan
Meski hanya melihat lorong sempit tak karuan
Yang ada hanya gulita
Wajah fajar nan pekat tanpa cahaya
Da semua tampak sirna
Terbanyang pintu-pintu raja di depan mata
Kamu celaka! Kamu celaka!
Tapi aku tetap berjalan
Dan lukaku menangis lucu
Sedang air mata tertawa
Karena tangis luka yang jenaka.

Sekarang kita simak kisah yang akan diceritakan oleh Sahabat Sa’ad bin Abi Waqas yang ketika perang uhud bersama ‘Abdullah bin Jahsy.

Waktu itu, ‘Abdullah bin Jahsy bertanya, “Apakah engkau tidak berdo’a kepada Allah?”

Lalu aku berdo’a,
“Ya Allah, pertemukan aku dengan tentara yang sangat kuat perkasa, lalu kami saling serang dan aku memenangkan nya, kemudian merampas apa yang dia bawa.”
‘Abdullah bin Jahsy mengamini do’aku.

Lalu giliran ‘Abdullah bin Jahsy berdo’a.
“Ya Allah pertemukan aku dengan lelaki yang gagah perkasa, lalu kami saling serang dan dia menawanku kemudian memotong hidung dan telingaku. Dengan begitu, ketika aku menemani-Mu esok hari, Engkau bertanya, “Mengapa idung dan telingmu buntung? Aku dengan bangga akan menjawab, “Karena membela-Mu dan membela Rasul-Mu.” Lalu engkau pun berfirman, Engkau benar. Dan engkau pun memasukanku kedalam surga.”

Saad bin Abi Waqas berkata kepada orang yang mendengarkan disekelilingnya;
“Ketahuilah anak-anakku, sungguh, do’a ‘Abdullah bin Jahsy waktu itu lebih baik dari do’aku. Ketika petang hari, aku benar-benar melihat hidung dan telinganya tergantung di atas pagar.”

******

ditukil dari Khalid 'Umar 'Abdurrahman ad-Dusuqi, Bawaits as-Surur, Maghfirah Pustaka Jakarta

Wallahu ‘Alam [Kisah Inspiratif]

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar