JADILAH SEPERTI RAJA KELINCI YANG CERDIK

Wandi Budiman | 4/26/2014 | 0 komentar

JADILAH SEPERTI RAJA KELINCI YANG CERDIK

Al-kisah, ada seekor kelinci yang memimpin penuh bijaksana di salah satu hutan. Di bawah kekuasannya, bangsa kelinci hidup bahagia dan serba kecukupan. Namun, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh gajah raksasa yang datang dan menginjak-nginjak rumah mereka. Tentu saja negeri kelinci menjadi kacau balau.  Bayi-bayi mereka banyak yang meninggal, sedang yang lain terlatar tanpa tempat tinggal. Gajah raksasa menyebabkan kehacur di mana-mana.


Kelinci-kelinci betina hanya bisa menangis. Mereka terus meratap dan bersedih hati. Sementara itu, kelinci pejantan hanya memelas pada sang gajah.

“Wahai raja yang mulia,” ratap kelinci pejantan. “Kasihanilah kami yang kendil dan terluka.” Mendengar sikap lemah itu sang gajah bukannya kasihan, melainkan semakin sombong hingga terus berjalan sambil membuat kehancuran.

Raja kelinci yang bijaksana bersedih hati. Ia tidak menemukan pembela maupun penolong. Sehari itu sang raja berpikir panjang. “Bagaimana mengatasi ulah gajah raksasa?”

Tak lama kemudian ia memperoleh ide cerdik, kemudian berteriak lantang;

“Wahai, pasukan kelinci, siapkan tentara tangguh. Gajah raksasa akan melihat keajaiban. Semuanya akan melihat keunikan yang mampu kita perbuat. Ayo, sikap lemah tidak akan mampu menghilangkan bencana. Ular kobra harus berbisa agar tampil kuat perkasa.”

Raja kelinci memerintahkan bala tentarnya untuk membuat galian yang dalam dan lebar, lalu menutup bagian atasnya dengan semak belukar dan dedaunan. Galian itu tepat berada di tengah jalan yang akan dilewati gajah raksasa; gajah yang membanggakan kebesaran tubuh, yang gembira dengan keperkasaannya, dan bangga terhadap semua yang dilakukannya.

Tunggu saja apa yang akan terjadi. Pasukan kelinci mengawasi setiap langkah gajah dengan penuh harap dan cemas. Mereka berharap agar gajah itu terjatuh mati di dalamnya. Mereka juga cemas memikirkan ulah gajah tersebut. Bagaimana kalau sang gajah tahu ia di jebak? Tentu gajah itu akan semakin marah dan membuat keonaran yang lebih mengerikan.

Semua kehawatiran tersebut segera terjawab. Sang gajah benar-benar masuk ke dalam perangkap galian. Berbahagialah seluruh penduduk kelinci dengan kemenangan besar itu. Gajah yang tadinya kuat perkasa sekarang menjadi hina dian, sedang kelinci yang dipandang remeh penghuni hutan menjadi besar dan disegani.

"Lihat, betapa setiap makhluk memiliki cara sendiri untuk mempertahankan hidup. Lihatlah, betapa sang pencipta memberi kekuatan pada setiap makhluk jika mereka mau sedikit berpikir. Untuk itu, jadilah seperti raja kelinci yang cerdik tersebut. Berpikirlah bagaimana memanfaatkan segala potensi yang kita miliki. Berpikirlah untuk mengatur diri."

=======
ditukil dari Khalid 'Umar 'Abdurrahman ad-Dusuqi, Bawaits as-Surur, Maghfirah Pustaka Jakarta 

Wallahu ‘Alam [Kisah Inspiratif]

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar