BERTERIMAKSIHLAH ENGKAU PADA IBUMU !

Wandi Budiman | 4/28/2014 | 0 komentar

MENGAPA KAU TIDAK BERTERIMA KASIH PADA IBUMU???

Suatu malam, seorang wanita berusia 20 tahun bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, ia segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bajmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.


Pemilik kedai melihat si anak berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang”, jawab wanita dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu”, jawab pemilik kedai. “Silahkan duduk aku akan memasakan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Wanita itu segera memakan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?, tanya pemilik kedai.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu”, jawab wanita itu sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberikan aku semangkuk bakmi, tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibanding dengan ibu kandungku sendiri”. Kata wanita tersebut kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan wanita tersebut, menarik nafas panjang lalu berkata,
“Nona mengapa engkau berkata seperti itu? Renungkanlan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu, sedangkan ibumu sudah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai sekarang ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Wanita itu terhenyak mendengar perkataan dari pemilik kedai tersebut, “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari oran yang baru kukenal aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulian ibuku. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya”, Wanita itu bergumam.

Dia segera mgnhabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang kerumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai dirumahnya, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan anaknya tersebut, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, “Nak kau sudah pulang, cepat masuklah ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu wanita tersebut tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis dipelukan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada oran glain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita. Kadang-kadang kita sulit atau lebih tepatnya tidak mau untuk melihat dan menghargai pertolongannya yang diberikan oleh orang-orang yang sudah sangat kita kenal. Untuk menghargai cinta kasih mereka, kita menganggap itu suatu keharusan, sebuah kewajiban.
******

Wallahu ‘Alam [Kisah Insiratif]

Category: , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar