"…
Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami (Ali r.a)."
Dilahirkan
di Mekkah 32 tahun sejak kelahiran Rasulullah dan 10 tahun sebelum kenabian
Muhammad bin Abdullah (Rasulullah). Nama lengkapnya Ali bin Abu Tholib bin
Abdul Mutholib bin Hasyim al-Qursy al-Hasyimy. Satu kakek dengan Rasulullah,
yaitu kakek pertama; Abdul Mutholin. Nama panggilannya Abul Hasan, kemudian
Rasulullah memberikan nama panggilan lain, yaitu Abu Turob. Ibunya bernama
Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Qursyiah al-Hasyimiah.
Mengenai
pribadinya, wajahnya tampan, beliau berkulit sawo matang, kepalanya botak
kecuali bagian belakang, matanya lebar dan hitam, pundaknya lebar (kuat),
tangan dan lengannya kuat, badanya besar hampir-hampir gemuk dan tubuhnya tidak
tinggi dan tidak pendek (sedang). Beliau adalah sosok laki-laki ceria dan
banyak tertawa.
Pada
tahun 2 Hijriah, Rasulullah menikahkan dengan putrinya, Fatimah. Beliau belum
pernah menikah ketika menikahi Fatimah hingga wafatnya Fatimah. Fatimah wafat 6
bulan setelah wafatnya Rasulullah. Selama hidupnya beliau menikahi 9 wanita
dengan 29 anak; 14 laki-laki dan 15 perempuan. Diantara putra beliau yang
terkenal adalah Hasan, Husain, Muhammad bin al-Hanifah, Abbas dan Umar.
Pada
masa jahiliyah(zaman sebelum kedatangan Islam), beliau belum pernah melakukan
kemusyrikan dan perbuatan yang dilarang oleh Islam. Dalam sejarah kemunculan
Islam, beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari anak-anak.
Umurnya waktu itu 10 tahun. Pada waktu terjadi peristiwa hijrah umurnya 23 tahun
dan ikut berhijrah bersama Rasulullah.
Setelah
wafatnya Utsman akibat serangan yang dilakukan oleh pembrontak, beliau menjadi
kholifah yang keempat pada tahun 35 Hijriah. Selama 4 tahun, 8 bulan dan 22
hari beliau memangku jabatan sebagai kholifah.
Beliau
wafat pada tahun 40 Hijriah, tanggal 17 ramadhan, ketika hendak sholat subuh,
di Kuffah (Iraq) setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam (pengikut
Khawarij). Umurnya ketika itu 63 tahun. Beliau wafat sebagai seorang syahid dan
termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga sebagaimana disabdakan
Rasulullah. Mengenai tempat dikuburkannya para sejarawan berbeda pendapat. Ada
yang mengatakan dikubur di Kuffah. Pendapat lain dikuburkan di Madinah. Ada
juga yang mengatakan bukan pada keduanya.
Betapa
besar pengorbanan beliau dalam membela Islam. Ketika orang-orang musyrik
bersepakat hendak membunuh Rasulullah, beliau menempati tempat tidur Rasulullah
di rumahnya. Malam itu Rasulullah berhijrah.
Sebelum
Rasulullah wafat, Rasulullah mengingkat persaudaraan antar Ali dan Sahal bin
Hanif. Semua peperangan pada masa Rasulullah kecuali perang Tabuk, beliau tidak
ikut. Waktu itu beliau diperintahkan Rasulullah untuk mengurusi dan memimpin
kota Madinah. Kemudian orang-orang munafik menyebarkan fitnah atas pribadinya.
Beliau pun akhirnya datang kepada Rasulullah melaporkan fitnah orang munafik
terhadapnya. “Wahai Rasulullah, Kamu suruh aku memimpin bagi para wanita dan
anak-anak?” tanya Ali. Rasulullah menjawab; “ Tidakkah kamu ridho menempati
kedudukan Harun bagi kekuasaan Musa (untuk mengurusi perkara yang penting),
padahal kamu tahu bahwa tidak ada nabi setelahku”(HR.Muslim). Dalam banyak
peperangan, beliaulah yang membawa bendera Rasulullah (Islam).
Pada
waktu terjadi perang Khoibar, Rasulullah bersabda; “ suatu saat nanti, niscaya
aku akan berikan bendera (islam) kepada seseorang yang tangganya terbuka,
seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, seseorang yang mencintai Allah
dan Rasul-Nya.” Malam itu semua sahabat bertanya-bertanya dalam hati, kepada siapa
bendera itu diberikan. Paginya, mereka semua berharap menjadi orang yang diberi
bendera itu. Tiba-tiba Rasulullah berkata; “Di na Ali?” seseorang menjawab;
“Matanya sedang sakit.” Kemudian Rasulullah mendatanginya. Rasulullah meludahi
matanya sambil berdo’a. Dengan izin Allah, sakitnya matanya hilang. Bendera itu
pun diberikan padanya. (HR.Bukhori).
Masa
kekhalifannya banyak menghadapi perselisihan. Muawwiyah bin Abu Sufyan r.a. dan
beberapa sahabat menentangnya kerena beliau lambat memberikan hukum qisos
pembunuh Utsman. Hingga kemudian mereka enggan membaiat dan mengakui menjadi
kholifah. Dari sinilah muncul perselisihan antara para sahabat. Pada tahun 36
Hijriah terjadi peristiwa al-Jamal yaitu perselisihan antara Ali dengan Aisyah.
Pada tahun 37 Hijriah terjadi pertiwa Shiffin, yaitu perselisihan antara Ali
dengan Muawwiyah. Pada tahun 40 Hijriah terjadi peristiwa Nahrawan, yaitu
perselisihan antara Ali dengan kaum Khawarij.
Kurang
lebih ada 586 hadits yang diriwayatkan beliau. Diantara riwayat hadits itu;
ketika hari kiamat, Rasulullah bersabda; “Allah mengisi rumah-rumah dan kuburan
manusia dengan api. Mereka sibuk hingga melupakan sholat wusto (ashar) hingga
matahari terbenam (HR.Bukhori).
Diantara
kata-kata dan nasehat beliau;
“Takwa adalah takut kepada Dzat yang Agung,
melaksanakan perintahnya, ridho dengan yang sedikit, penuh persiapan untuk
menghadapi perjalan panjang (kematian).”
“Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa
yang mudah dipahami. Apakah kalian ingin mendustakan Allah dan Rasul-Nya.
“Jangan Sekali-kali berbuat dholim jika
kamu diberi kekuasaan, kedholiman adalah sumber kejahatan yang menyebabkan
penyeselan. Boleh jadi matamu tertidur pulas, sedangkan mata orang teraniaya
selalu terjaga, mendoakan kamu (dengan keburukan) sedangkan Allah tidak pernah
tertidur.” (diantara syair-syairnya)
Sebelum
wafatnya beliau berpesan; “Aku nasehatkan kalian supaya bertakwa kepada Allah,
Tuhan Kalian. Dan jangan sekali-kali mati melainkan tetap dalam Islam. Firman
Allah: “Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah dan jangan sekali-kali
bercerai berai.”
…
Maka niscaya Allah akan cukupkan bagi kalian…(QS.Al-Baqoroh;13)
Dilahirkan
di Mekkah, 5 tahun setelah kelahiran Rasulullah atau 5 tahun setelah terjadi
peristiwa gajah (peristiwa penyerbuan gajah terhadap Ka’bah yang dipimpin oleh
Raja Abraha). Peristiwa ini diabadikan dalam salah satu surah al-Qur’an yang
dikenal dengan surah al-Feil (gajah).
Nama
lengapnya “Ustman bin Affan bin Abu al-‘Ashi bin Ummayah bin Abdussyam bin
Abdul Manaf. Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang
punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunnuraian karena Rasulullah menikahikan dua
putrinya untukny; Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat,
Rasulullah berkata; “ Sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, niscaya
aku nikahkan denganmu.” Dari pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak
laki-laki. Tapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika berumur 6 tahun
pada tahun 4 Hijriah. Beliau wafat pada tahun 35 Hijriah berumur 82 tahun.
Menjabat sebagai khalifah ketiga selama 12 tahun.
Menikahi
8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah dan
Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki; Abdullah al-Akbar,
Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8
anak perempuan.
Selama
menjabat sebagai kholifah banyak wilayah yang ditaklukan yaitu Afrika, Ciprus,
Thabarstan, Khurosan, Armania, Qauqaz, Karman dan Sajastan. Masa kekhalifannya
merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon ceritanya sampai
rakyatnya haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan
berat timbangannya.
Beliau
adalah kholifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah)
dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan
rukun Islam kelima (haji). Bagitu juga membangun armada pasukan laut (merine)
untuk umat Islam, mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya, membuat
bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah
dilakukan oleh kholifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin Khotob biasanya
mengadili suatu perkara di masjid.
Pada
masanya, khutbah Idul fitri dan adha didahulukan sebelum sholat. Begitu juga
adhan pertama pada sholat Jum’at. Beliau memerintahkan umat Islam pada waktu
itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan
pertanian.
Beliau
adalah sosok laki-laki yang tampan dan gagah. Kulitnya berwarna agak hitam,
botak,berjenggot tegal dan pergelanggan tanggannya besar. Pribadinya sangat
pemalu hingga suatu ketika baju Rasulullah tersingkap hingga kelihatan pahanya.
Kemudian Abu Bakar dan Umar masuk rumahnya. Pada waktu Utsman hendak minta izin
masuk, Rasulullah menutup pahanya yang terbuka. Utsman berkata; “Ingat, aku
betul-betul malu dengan seorang yang malaikat sendiri merasa malu dengannya.”
Perjuangannya
dalam membela Islam tidak hanya dengan hartanya saja. Tapi juga raga dan
nyawanya. Beliau sangat senang mengeluarkan hartanya demi kepentingan Islam.
Hingga pernah mengirimkan setengah pasukan ke medan perang dengan hartanya.
Pernah mendermakan 300 unta dan 50 kuda tunggangan. Begitu juga mendermakan
1000 dinar yang diserahkan langsung kepada Rasulullah. Rasulullah pun berkata;
“Apa yang diperbuat pada hari ini, Utsman tidak akan merugi (di
akherat)”(HR.Tirmidhi). pada waktu orang-orang membutuhkan air untuk keperluan
dirinya dan hewan ternaknya, Utsman membeli sumber mata air dari Raimah, seorang
yahudi, untuk diwakafkan kepada umum. Mengenai kedermawannya, Abu Hurairah
berkata; “Utsman bin Affan sudah membeli surga dari Rasulullah dua kali;
pertama ketika mendermakan hartanya untuk mengirimkan pasukan ke medan perang.
Kedua ketika membeli sumber air (dari Raimah)”(HR.Tirmidhi).
Beliau
termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga. Dalam menjalani hidupnya,
beliau sangat takut dengan azab dan siksa Allah. Hingga suatu ketika berkata;
“Sekiranya diriku berada di antara surga dan neraka dan saya tidak tahu mana
diantara dua itu saya aka masuk, niscaya saya akan pilih menjadi abu sebelum
aku tahu ke mana saya dimasukkan.” Rasulullah pernah mengkabarkan bahwa dirinya
termasuk ahli surga karena sabar dan tawakal menghadapi cobaan dan derita dari
Allah. Begitu fitnah yang menimpa dirinya hingga akhirnya terbunuh secara kejam
dan dholim.
Pada
waktu perang Uhud, beliau berdiri bersama Rasulullah, Abu Bakar dan Umar.
Tiba-tiba gunung itu bergetar, kemudian Rasulullah berkata; “Mohon jangan lari,
tetap berada di Uhud. Jangan takut, kamu bersama nabi, Abu Bakar dan dua orang
saksi”(HR.Bukhori).
Pada
masa kekhalifahanya, Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang pura-pura masuk
Islam, mengumpulkan massa untuk melakukan protes terhadap Utsman. Mereka
menuntut Utsman agar tidak menunjuk orang-orang yang duduk di pemerintahannya
dari keluarga Utsman. Utsman bukanlah kholifah yang rakus akan harta benda dan
kekuasaan. Ijtihad Utsman dalam menentukan orang-orang yang menjabat di
pemerintahnya didasarkan pada kompetensi dan kecakapan. Mereka yang dipilih
adalah orang-orang yang ahli di bidangnya. Lebih dari itu mereka adalah
orang-orang yang takwa. Dalam peristiwa ini, Utsman dibunuh ketika sedang
membaca al-Qur’an di rumahnya pada waktu pagi hari raya Idul Adha. Beliau mati
syahid pada tahun 35 Hijriah berumur 82.
Dari
Abdullah bin ar-Rumy berkata, “Utsman bin Affan biasanya kalau berdiri di depan
kubur menangis hingga air matanya membasai jenggotnya. Seseorang bertanya,
“Kamu ingat surga dan neraka tapi kamu tidak menangis. Kamu ingat kubur tapi
kamu menanggis?” Beliau menjawab, “Saya mendengar Rasulullah bersabda “Kubur
adalah rumah pertama dari rumah-rumah menuju akherat. Sekiranya orang selamat
dari siksa kubur, maka setelahnya akan menjadi mudah. Jika tidak selamat maka
setelahnya akan terasa berat dan susah.” Dari al-Hasan berkata, “Saya lihat
Utsman tidur di masjid dengan berselimut. Tidak ada seorang pun di sekitarnya.
Padahal beliau adalah seorang amirul-mukminin”(al-Hilyah;1/60).
Inilah
sejarah kali pertama darah mengalir bercucuran dari tubuhnya sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah; “Maka niscaya Allah akan cukupkan bagi
kalian…(QS.Al-Baqoroh;138). Beliau dimakamkan di kuburan Baqi’ (kuburan yang
berada samping masjid Nabawi) setelah melarang untuk ikut mengantar jenazah
bagi orang-orang yang melakukan protes.
"…
syetan tidak akan mampu menghalangi jalanmu."(hadits)
Lahir
40 tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail
bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa).
Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani.
Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al-Mughiroh. Gelarnya al-Faaruq
(pembeda/pemisah antara yang benar dengan yang batil).
Pada
masa jahiliyah menikah dengan kerabat dekatnya, Ummu Kultsum binti Jaruul.
Sesudah masuk Islam, menikah dengn Zaenab bin Ma’dhun, Ummu Kultsum binti Ali
ra., Jamilah binti Tsabit, Ummu Hakim binti al-Harits, ‘Atakah binti Zaid,
Sabi’ah binti al-Harits. Dari perkawinannya lahir 12 anak. 6 anak laki-laki;
Abdullah, Abdurrahman, Zaid, Ubaidillah, ‘Ashim dan ‘Iyadh. 7 anak perempuan;
Hafsah,Roqiyah, Fatimah, Shofiyah, Zainab dan Ummul Walid.
Beliau
memeluk Islam pada tahun ke-enam dari kenabian Muhammad SAW pada waktu berumur
27 tahun. Dari Ibn Umar diceritakan bahwa Rasulullah berdo’a, “Ya Allah
muliakan Islam dengan salah satu dari orang yang lebih Engkau cintai; Abu Jahal
atau Umar bin Khottob.” “Dan orang yang paling Allah cintai adalah Umar bin
Khottob” kata Rasulullah (HR.Ahmad). Sebab beliau orang pertama yang menyatakan
secara terang-terang keislamannya.
Semasa
remaja, beliau terkenal sangat keras dan kuat pendirianya di kalangan kaum
Quraisy. Pandai membaca dan menulis. Di masa jahiliyah beliau juga dikenal
sebagai duta besar dan sangat disegani. Mengenai pribadinya, as-Syifa’ binti
Abdullah berkata; “Kalau sudah bicara, suaranya terdengar kemana-mana, kalau
jalan cepat, kalau mukul buat orang sakit. Sesunguhnya beliau adalah seorang
ahli ibadah (an-naasik).”
Dalam
sejarah Islam permulaan tahun dan penanggalan dimulai dari peristiwa hijrahnya
Rasulullah dari Mekkah ke Madinah.
Sebelum
masuk Islam, beliau adalah orang yang sangat benci dan menentang Islam. Maklum,
beliau adalah orang yang disegani di kalangan Quraisy karena wataknya yang
keras dan susah kompromi. Disamping itu beliau adalah ‘ikon pejuang’ kebanggaan
sukunya. Konon ceritanya “sekiranya keledai Umar masuk Islam, tidak mungkin
Umar akan ikut masuk Islam.”
Sejarah
masuknya Umar dalam ajaran Islam sangatlah unik dan menarik. Disebutkan bahwa
suatu hari Umar sedang jalan. Tiba-tiba terdengar suara orang mengaji
al-Qur’an. Didatangilah suara aneh itu. Maklum suara itu belum pernah
didengarnya sebalum itu. Sampailah Umar ke sumber suara itu. Ternyata
dilihatnya Khobab bin ar-Art sedang mengajari ngaji Fatimah, saudaranya.
Seketika Umar wajahnya sangat geram dan memukul Fatimah. Umar meminta supaya
mushaf itu diberikannya. Tapi Fatimah menolaknya kecuali dengan syarat kalau
Umar sudah bersuci dulu. Lalu Umar pun memenuhi syarat itu. Umar pun kemudian
bersuci dengan mandi. Setelah itu dibacanya mushaf al-Qur’an itu. Waktu itu
yang dibaca surat Thoha. Tanpa disadari Allah telah membukakan hatinya.
Kemudian Umar pergi ke rumah al-Arqom bin ar-Arqom dan menyatakan masuk Islam
di depan Rasulullah tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Mutholib masuk Islam.
Menurut
pendapat yang masyhur, beliau masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian Muhammad.
Orang nomer 40 dalam urutan orang-orang yang masuk Islam. Masuknya Umar dalam
ajaran Islam adalah bukti dari kecintaan dan kemulian Allah. Begitu juga
jawaban atas do’a yang pernah dibacakan Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah
pernah berdoa; “Ya Allah, tinggikan dan muliakan Islam salah satu dari orang
yang paling Engkau cinta; Abu Jahal danUmar bin Khotob.” (HR.at-Tirmidhi,hadits
hasan sohih ghorib). Masuknya Umar dalam barisan orang-orang Islam waktu itu
merupakan kegembiraan dan menjadi penyemangat bagi yang lain. Sebab beliau
diantara orang yang berpengaruh di kaumnya. Maka dengan masuknya Islam, sedikit
banyak mempengaruhi ‘imej’ masyarakat.
Dalam
hal ini Ibn Mas’ud berkata; “Kami masih tetap menjadi mulia sejak Umar masuk
Islam.” Mengenai keislamanya Rasulullah berkata; “Sesunguhnya Allah telah
menjadi kebanaran agama (Islam) melalui lisan/ucapan Umar dan (keteguhan)
hatinya”(HR.Tirmidhi). Di hadits lain disebutkan; “ Dahulu kala umat-umat
sebelum kalian mempunyai pahlawan yang selalu menjadi buah bibir (pembicaraan),
sekiranya umatku dibandingkan dengan umat-umat terdahalu, maka Umar bin Khotob
pahlawannya (HR.Bukhori). Mengenai pribadinya Rasulullah berkata; “Demi Jiwaku
yang ada di genggam-Nya, syetan tidak akan mungkin dapat menghalangi jalanmu,
melainkan jalan orang selain kamu” (HR. Bukhori).
Ada
enam perkara yang diusulkan Umar hingga akhirnya turun wahyu membenarkan
usulannya itu. Pertama mengenai haramnya khomer. Maka turunlah ayat larangan
minum khomer. Kedua; usulan supaya tawanan perang Badr dibunuh dan tidak boleh
menerima tebusan darinya. Maka turunlah ayat yang menguatkan pendapatnya itu.
Ketiga; usulan supaya istri-istri Rasulullah memakai hijab (kerudung). Maka
turunlah ayat yang memerintahkan memakai hijab. Keempat, usulan supaya
orang-orang munafik yang meninggal tidak usah disholati. Maka turunlah ayat
yang melarang sholat mayit untuk orang-orang munafik. Kelima, usulan untuk
melakukan sholat di maqom (tempat) Ibrahim. Maka turunlah ayat yang
memerintahkan sholat di maqom Ibrahim. Keenam, ketika istri-istri saling
cemburu terhadap Rasulullah, Umar berkata; “Semoga saja Tuhannya menganti
istri-istri yang lebih baik dari kalian sekiranya memang menceraikan kalian.”
Dari situlah turun surah at-Tahrim dan menjadi bagian dari ayat-ayatnya.
Begitupula diantara pendapatnya adalah memarangi orang-orang yang murtad dan
menunda memerangi orang-orang yang engan membayar zakat karena kondisi negara
yang sangat lemah. Tetapi pendapatnya itu ditolak Abu Bakar. Akhirnya pun Umar
menerima pendapat Abu Bakar setelah Allah memberikan pencerahan dalam hatinya.
Setelah
wafatnya Rasulullah, beliau orang yang pertama membaiat Abu Bakar menjadi
kholifah. Sebelum wafatnya Abu bakar, kholifah pertama, beliau pernah
mencalonkan Umar untuk mengantikannya. Setelah dipilih menjadi kholifah,
pertama-tama yang dilakukan adalah memerangi orang-orang murtad (keluar dari
Islamm) hingga para tawanan tidak menjadi cacat dan cela bagi bagi bangsa Arab.
Pada masa kekholifannya, beliau berhasil mentaklukan Syam (Syiria), Irak,
Persia (Iran), Mesir, Barqoh, Barat Tripolis, Azarbaijan, Nahawan dan Jarjan.
Begitu juga pada masanya dibangun kota Kuffah, Basroh dan Fustat (kota Mesir
kuno). Beliau adalah sosok yang sangat penyayang dengan rakyatnya dan penuh
perhatian terhadap kepentingan rakyatnya. Diceritakan bahwa beliau datang
menjumpai rakyatnya dengan menyamar sebagai orang biasa. Beliau ingin mendengar
langsung keluhan rakyat dan memenuhi kebutuhannya. Dengan cara ini, beliau
ingin mengajarkan kepada umat Islam bahwa penguasa adalah pembantu rakyat.
Hidupnya didedikasikan dan curahkan untuk membantu rakyat.
Sebelum
wafatnya, beliau pernah mimpi melihat seekor ayam jago mematuk tubuhnya. Mimpi itu
ditakwilkan bahwa ajalnya sudah dekat. Tidak lama sesudah mimpi itu, tepatnya
tahun 23 H, ketika sedang sholat subuh, Abu Lukluk al-Fairuz menikam tubuhnya
dengan pisau. Abu Lukluk adalah anak al-Mughiroh bin Syu’bah, orang persia yang
beragama Majusi. Lukanya cukup parah hingga hanya bertahan tiga hari. Dan
setelah itu wafat sebagai seorang syahid yang berjuang di jalan Allah. Selama
menahan sakit akibat tikaman pisau, beliau memilih dan merekomendasi 6 sahabat
supaya kaum muslimin memilih satu diantara calon kholifah itu. Akhirnya
terpilihlah Utsman sebagai pengantinya.
Beliau
dimakamkan di kamar Aisyah berdampingan dengan makan Rasulullah dan Abu Bakar.
Masa kekhalifahnya 10 tahun,6 bulan dan 4 hari. Umur beliau ketika wafat 63
tahun seperti umur Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat.
Diantara
prestasi selama menjadi kholifah yaitu membuat pembukuan mengenai anggaran
negara dan pengunaan alat-alat negara untuk dipertanggungjawabkan di depan
rakyat. Hingga kemudian melahirkan undang-undang pengunaan alat negara (min
aina hadha?). Dalam sejarah Islam, beliau orang pertama yang mengunakan
penanggakan Hijriah, orang pertama yang digelari Amirul Mukminin, orang pertama
yang berjalan kaki untuk menjenguk rakyatnya pada waktu malam, orang pertama
kali yang mengadakan muktamar para penguasa dan pemimpin kaum pada musim
tertentu, orang pertama kali yang mengunakan mutiara untuk perhiasan, orang
pertama yang melakukan sholat tarawih dengan berjamaah, orang pertama yang
menghidupkan malam-malam ramadhan, orang pertama yang melakukan sholat jenazah
berjamaah dengan 4 takbir, orang pertama yang memberi hadiah untuk penghafal
al-Qur’an, orang pertama yang menjadikan khilafah sebagai lembaga musyawarah.
Disamping itu beliau juga menyuruh umat Islam (waktu itu) untuk melakukan
sholat sunnah tarawih di bulan Ramadhan secara berjama’ah dengan tujuan untuk
mengeratkan ukhuwah dan menjaga syiar agama.
Diantara
nasehat dan petuahnya;
“Suatu perkara akan menjadi baik jika
memenuhi tiga hal; melaksanakan amanah, memberi contoh dan menghukumi dengan
hukum Allah.”
“Harta menjadi barokah dan bermakna jika
memenuhi tiga hal; diperolehnya dengan cara yang hak, diberikan dengan cara
yang hak dan tidak tercampuri barang batil (haram/bukan haknya).”
“Wahai Ahnaf, barangsiapa banyak tertawa,
wibawanya berkurang dan barangsiapa suka bergurau, maka akan diremehkan,
barangsiapa memperbanyak sesuatu maka akan dikenal dengan barang itu, siapa
banyak biacara banyak salahnya, siapa banyak salahnya sedikit rasa malunya,
siapa sedikit rasa malunya maka sedikit pula wara’nya (sikap hati2 dalam
menjaga yang haram) dan siapa yang sedikit wara’nya, maka hatinya mati.”
Mengenai
wasiatnya. Hayyawah bin Syarih berkata bahwa pada waktu mengutus tentara ke
medan perang beliau berkata, “Hendaklah kalian tetap menjaga takwa kepada
Allah.” Bismillah dan atas pertolongan Allah. Tanda-tangani perjanjian ini
dengan memohon pertolongan Allah dan kemenangan. Dan selalu berlaku benar dan
sabar. Perangilah orang kafir dan jangan kalian melampui batas. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang melampui batas. Kemudian jangan kalian lari
ketika bertemu musuh dan jangan berprilaku buruk, berlebih-lebihan dalam
bersikap, banyak ngobrol ketika berperang. Jangan bunuh wanita, orang tua, anak
kecil…”
Diantara
doa yang biasa beliau lakukan adalah;
“Allahumma
tawaffani ma’al abror, wala tukholifni fil asror, wa qini ‘azabannar, wa
alhiqni bil abror”
Beliau
wafat setelah terkena tikaman pada pagi hari Rabu, Dzulhijjah 23 Hijriah. waktu
itu berumur 63 tahun seperti umurnya Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat.
Masa kekhalifahannya 10 tahun, 5 bulan dan 21 hari.
Selama
hidupnya, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 527 hadits, diantara riwayat
haditsnya; suatu ketika Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya amalan (perbuatan)
itu bergantung pada niatnya. Dan setiap seseorang itu mendapatkan apa yang
diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapatkan kenikmatan dunia atau
wanita yang hendak dinikahi maka hijrahnya itu tidak diniatkan untuk Allah tapi
untuk kenikmatan dunia dan wanita.”










