AL BIRUNI MENGUASAI BERAGAM BAHASA (973-1048)

Wandi Budiman | 12/16/2014 | 1 komentar


AL BIRUNI MENGUASAI BERAGAM BAHASA (973-1048)

Sipakah Ilmuwan Muslim abad pertengahan yang menguasai banyak sekali bahasa, baik secara lisan maupun tulisan??? Ada yang tahu! Ya jawabannya adalah Abu Rayhan Muhammad bin  Ahmad Al Biruni atau yang lebih dikenal dengan nama al Biruni. Bahasa apa saja yang dikusai oleh al Biruni? Selain bahasa persia sebagai bahasa ibunya, beliau menguasai bahasa Arab, Turki, Sanskrit, Ibrani, dan juga Syiriac. Namun pososinya yang akan dijelaskan disini tidak hanya sebatas dikarenakan ia menguasai banyak bahasa tersebut. Kecermelangannya di berbagai bidang ilmu juga menambah lengkap kebesaran namanya sebagai ilmuwan muslim yang berpengaruh.


Al Biruni lahir di kota Khiva di wilayah Khawarizmi (Ubzekistan), yang termasuk dalam kekhalifahan Abasiyyah. Ketika beliau berusia sekitar seperempat abad, ia mengembara ke Jurjan (sebelah barat turkmenistan sekarang) dan membuat karyanya yang pertama mengenai kalendeer dan adat istiadat bangsa terdahulu, yaitu dalam kitab Al Athar al baqiyah ‘an al Qurun al Khaliyah (Monumen yang tersisa dari abad yang lampau)  yang ditunjukan pada penguasa Jurjan saat itu. Karena Jurjan adalah wilayah yang dihuni mayoritas bangsa turki, maka kemampuan bahasa turkinya juga diasah sewaktu tinggal di wilayah ini.

Setelah satu dekade mengembara dan mempelajari banyak bahasa, ia kembali ke kampung halamannya. Di usianya yang ke-43 tahun, wilayah Khawarizmi direbut oleh Mahmud dari Ghaznah (kota antara kabul dan Kandahar, Afghanistan), pergantian penguasa itu ternyata tidak membuat nasib al Biruni terpuruk. Sebliknya Mahmud meliaht potensi dalam diri al Biruni dan mengangkatnya menjadi pegawai istana.

Mengenai sosok mahmud sendiri, ada yang menganggapnya sebagai seorang pemberontak terhadap kekhalifahan Abasiyah. Namun sebenarnya Mahmud mempunyai tujuan mendasar dibandingkan hanya menjadi sekedar pemberontak. Mahmud melihat posisi Khalifah Abbasuyah telah terlalu lemah karena hampir setiap kali keputusan yang diambil dalam urusan pemerintahan selalu dilakuan oleh kelompok Buwayhid yang memerintah dengan gaya oligarki dan militeristik. Akibatnya, banyak rakyat yang ingin memberontak terpaksa bungkam karena ketakutan yang dibangun oleh kelompok ini.

Ketakutan inilah yang ingin dicoba dilawan oleh Mahmud dan pasukannya. Keberhasilan Mahmud untuk “meluruskan” kembali kekhalifahan Abbasiyah dari pengaruh Buwayhid ditunjukan dengan direbutnya wilayah utara iran dari tangan pasukan boneka Buwayhid. Namun ia tidak sampai menerobos hingga ke selatan dan ibukota kakhalifahan, Bagdad.

Al Biruni, yang telah menjadai mengenal dengan baik beragam budaya dan menguasai berbagai bahasa, turut serta dalam berjuang bersama Mahmud dan pasukannya. Sebagai pegawai mahmud, Al Biruni mengikuti ekspedisi Mahmud ke India. Disana ia mengusai bahsa Sanskrit dan belajar tentang kebudayaan India. Ia jua, setelah mahmud meninggal, tetap loyal kepada penerusnya, Mas’ud bin Mahmud dengan membuat buku yang ditunjukan kepadanya yang berjudul Al Qanun Al Mas’ud (Peraturan Mas’usd) yang banyak membahas tentang astronomi. Buku ini menjadi bahan bacaan standar di universitas barat selama beberapa abad. Al Biruni wafat di usia tujuh puluh lima tahun.

Karya-karya al Biruni angat dikenal karena ia seorang penulis yang produktif, bahkan ada yang beranggapan sebagai seorang serjana dari dunia Islam yang paling orisinil dan terkemuka di bidang ilmu alam. Kontribusinya dibidang ilmu alam diantaranya dalam menerangkan alur kerja sumber atau mata air alami berdasarkan apa yang sekarang disebut sebagai prinsip hidrostatik. Selain itu, bukunya di bidang kedokteran, As Saydala fi at Tibb adalah ensiklopedi kedokteranlengkap yang merangkum informasi kedokteran dan pengobatan pada masanya. Karya tulisnya dibidang pertambangan yang berjudul al Jamahir fi Ma’rifat al Jawahir (Kumpulan butir-butir Mutiara). Sedangkan di bidang filsafat, saat para ilmuwan lain sibuk terbuai oleh filsafat Yunani, al biruni lebih tertarik untuk mempelajari secara mendalam filsafat India yang dipengaruhi oleh tata cara dan adat istiaat Hinduisme.

Al Biruni memang seorang ilmuwan Muslim yang lengkap denagn menguasai beragam bisang ilmu. Kemampuannya dalam menguasai beragama bahasa juga merupakan sebuah nilai plus bagi dirinya. Semoga beliau mendapat Rahmat dan karunia dari Allah SWT. Amiin.. Wallahu ‘Alam

[Ilmuwan Muslim @méKawani]

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

1 komentar

  1. Great insight! Thanks for highlighting these artists and for sharing a very helpful perspective about dealing with and educating young minds around challenging issues. I love what you've said about communicating the pain and struggle while also keeping a balanced historical perspective. It also reminds me of how artist like John Legend and Common utilize their art forms to help these younger generations stay connected to the past in meaningful and relevant ways.jual bedug