SAYYIDUL ISTIGHFAR (PEMIMPIN ISTIGHFAR)

Wandi Budiman | 11/28/2014 | 0 komentar

SAYYIDUL ISTIGHFAR (PEMIMPIN ISTIGHFAR)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan dzikir dari do’a berikut ini sebagai sayyidul istighfar atau pemimpinya segala istighfar, Kenapa Rasulullah menamakannya demikian, mari kita simak penjelasan ringkas mengenai hal tersebut.

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  سَيِّدُ الإِسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُوْلَ:اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ .مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْت  قَالَ: وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْ قِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.

Artinya: "Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sayyidul istighfar adalah engkau mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ.

“Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.”

“Yaa Allah…
Engkaulah Rabb-ku…
Tidak ada satupun tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau…
Engkaulah yang telah menciptakanku…
Dan aku adalah hamba-Mu…
Dan aku di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku…
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan…
Aku mengakui ni’mat-Mu kepadaku…
Dan mengakui dosaku (kepada-Mu)…
Maka ampunkanlah aku…
Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”

Maka barang siapa yang mengucapkannya di waktu pagi dan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni Surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di waktu petang dengan meyakininya, lalu dia mati pada harinya itu sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni Surga.”

Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6306 dan 6323), at-Tirmidzi (no. 3393), an-Nasa’i (no. 5522).

Nabi menamakan do’a ini dengan Sayyidul Istigfar (pemimpin istigfar). Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwasanya istigfar memiliki lafadz yang lain selain ini, hanya saja Nabi menghususkan shigat istimewa ini sayyidul istigfar. Dengan merenungi makna –makna yang terkandung dalam lafaz istigfar ini, kita akan mendapati bahwa ia mencakup beberapa kandungan berikut ini;
No
Lafal Istigfar
Kandungan
1
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ
Pengakuan terhadap Allah dengan tauhid Rububiyah.
2
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Pengakuan terhadap Allah dengan tauhid Uluhiyyah.
3
خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ
Pengakuan dari seorang hamba dengan penghambaan, kerendahan diri, dan ketundukan kepada Allah.
4
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ،
Pengakuan dari seorang hamba dengan beriltizam diatas jalan yang lurus dan manhaj Rabb semesta alam, sesuai dengan kemampuannya dan mencurahkan daya upaya dalam hal itu.
5
أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ،
Permintaan perlindungan dan penjagaan seorang hamba kepada Allah dari segala kejahatan, dosa, dan maksiat yang ia lakukan.
6
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ
Penetapan dan pengakuan hamba akan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya, serta karunia dan kemurahan hati-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa berbagai macam nikmat yang tak dapat dihitung
7
وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ
Pengakuan seorang hamba akan dosanya. Sama saja, apakah dosa tersebut merupakan dosa tertentu atau dosa-dosa secara umum.
8
فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ
Memohom ampunan dari Allah dan merendahkan diri dihadapan-Nya.

Karena itu, dengan melihat makna-makna agung yang terkandung dalam kalimat istigfar ini, Nabi pun menamainya dengan “Sayyidul Istigfar”. Wallahu ‘Alam Bish-Shoab...
[Hidup Islami @KawaniBlog]

Category: , , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar