Imam Syafi’i – Mufti Muda Mekkah (767-820)

Wandi Budiman | 11/20/2014 | 0 komentar

Imam Syafi’i – Mufti Muda Mekkah (767-820)
Ada empat tokoh yang dikenal sebagai pendiri mazhab di dalam Islam. Salah satunya adalah Asy Syafi’i atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i. Beliau adalah tokoh ketiga yang dikenal sebagai tokoh pemersatu perselisihan dari pemikiran-pemikiran yang terdapat antara dua mazhab sebelumnya (mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki).

Imam Syafi’i dilahirkan di Kota Gaza – Palestina, beliau mempunyai nama lengkap yaitu Abu Abdullah muhammad bin Idris Asy Syafi’i. Beliau sudah kehilangan sosok ayah semenjak masih berusia dua tahun, kemudian ibundanya mengajak pindah ke Madinah untuk menetap dengan keluarganya yang masih ada di sana.


Imam Syafi’i juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Apabila Ibnu Sina menghafal Al-Qur’an pada usia sekitar sepuluh tahun, sedangkan Asy Syafi’i menghafal Al Qur’an di usia sembilan tahun.

Pada usia akil balig (15 Tahun), Imam Syafi’i telah diangkat sebagai mufti di kota Mekkah. Bagi orang dimasa itu jabatan tersebut suatu jabatan yang sanagt prestisius. Apalagi dicapai oleh seseorang yang baru saja menginjak usia sebagai seorang pemuda. Sehingga banyak yang kagum kepadanya.

Pada usia kepala dua, Imam Syafi’i pergi untuk belajar kepada Imam Malik, tokoh pendiri mazhab Maliki. Mengetahui akan ada seseorang yang cerdas ingin belajar darinya, membuat Imam Maliki senang bukan kepalang. Imam Syafi’i pun disambutnya dengan sukacita. Mereka seringkali berdialog delam membicarakn suatu masalah berkaitan  dengan penyelesaian secara syar’i.

Pengajaran yang intens itu berakhir ketika Imam Malik meninggal pada saat Imam Asy Syafi’i berusia dua puluh tahun. Tidak diketahui apakah karena kesedihan yang mendalam atau karena hal lain, ia segera meninggalkan Madinah untuk menuju Yaman. Disana, ia mengajar dan bertemu dengan jodohnya, Siti Hamidah bin Nafi, yang memberinya tiga orang anak, yaitu Abdullah, Fatimah dan Zainab.

Namun, di Yaman, ia dituduh terlibat dalam pemberontakan terdepat kekhalifahan. Akibatnya ia ditahan dan diangkit ke Bagdad untuk menjalani introgasi atau pemeriksaan lebih lanjut. Di kota ‘1001 malam’ tersebut ia terbukti tidak bersalah. Khalifah saat itu, Harun Ar Rasyid, melihat terdapat banyak potensi pada diri Imam Syafi’i sehingga Khalifah memintanya untuk mengajar di Bagdad. Imam Syafi’i tentu saja terkejut dan bersyukur karena pada awalnya ia dituduh berkomplot dan dapat dihukum mati, namun pada akhirnya ia malah diminta oleh khalifah untuk mengajar di ibukota Kekhalifahan.

Setelah beberapa tahun di Bagdad, ia kembali ke Mekkah untuk mengajar di sana selama belasan tahun. Murid yang diajarnya tidak hanya penduduk mekkah, tetapi juga jemaah haji mancanegara yang datang setiap tahun ke sana untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Di awal usia empat puluh tahun, ia kembali lagi ke bagdad untuk mengajar di sana. Tapi tidak lama ia berada di Ibukota, karena datangnya permintaan mengajar dari Mesir oleh penguasa negeri tersebut. Akhirnya ia menetap di Mesir hingga wafat di usia 53 tahun.

Sebelum Imam Syafi’i mengembangkan interprestasinya akan berbagai permasalahan dalam berbagai kasus secara syar’i, terdapat perselisihan yang tajam antara mazhab Hanafi yang lebih mementingkan qiyas (analogi) di satu sisi dengan mazhab maliki yang lebih mementingan hadis dan anti penggunaan qiyas kecuali dalam masalah-masalah yang tidak ada nash-nya.

Imam Syafi’i dapat dianggap sebagai pihak yang cukup berhasil dalam mengambil yang terbaik antara dua mazhab tersebut. Hal ini selain karena ia telah belajar denagn cukup mendalam dengan Imam Malik, ia juga sering berdialog dengan tokoh-tokoh dari mazhab Hanafi ketika ia berada di Bagdad.
Adapun mengenai Kitab-kitab Karya Imam Syafi`i.
1. Al-Risalah al-Qadimah (kitab al-Hujjah)
2. Al-Risalah al-Jadidah.
3. Ikhtilaf al-Hadits.
4. Ibthal al-Istihsan.
5. Ahkam al-Qur`an.
6. Bayadh al-Fardh.
7. Sifat al-Amr wa al-Nahyi.
8. Ikhtilaf al-Malik wa al-Syafi`i.
9. Ikhtilaf al- Iraqiyin.
10. Ikhtilaf Muhammad bin Husain.
11. Fadha`il al-Quraisy
12. Kitab al-Umm
13. Kitab al-Sunan

Masih banyak sebenarnya kisah hidup Imam Syafi’i kalau di gali lagi dan dari berbagai sumber yang sudah dituis oleh ulama dan cendikiawan muslim maupun selainnya. Ini hanyalah kisah singkat untuk memacu setiap generasi muslim untuk menggali dan menyelidiki berbagai pemikiran dan karya yang sudah dibuat oleh Imam Syafi’i. Dan mudah mudaha kita bisa menconto dan mengambil pelajaran dari kisah hidup Imam Syafi’i ini. Amin... Wallahu ‘Alam Bish Shoab.

50 Ilmuwan Muslim Populer. Muhammad Razi

[ILMUWAN MUSLIM - Kawani]

Category: , , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar