MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Wandi Budiman | 10/13/2011 | 0 komentar

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (KEDUDUKAN, SEJARAH, RUANG LINGKUP DAN METODE PSIKOLOGI PENDIDIKAN)

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata kuliah Psikologi Pendidikan Islam
Dosen Pembimbing : Dr. Helmawati. M.Pd.I

Disusun oleh : Wandi Budiman : F.1010297, Suheman Santana :  F.1010059, Suherman   :   F.1010313

KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS STUDI ISLAM UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan oleh seorang guru dari jumlah bidang studi yang telah dipelajari oleh peserta didik. Setiap kegiatan pembelajaran tentunya selalu mengharapkan akan mengahasilkan pembelajaran yang maksimal. Dalam proses pencapaiannya, prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah  bagaimana soerang guru dapat memahami kepribadian seorang peserta didik. Mengingat pemahaman kepribadian peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh, maka sudah semestinya psikiologi pendidikan harus harus diperhatikan.

Sebagaimana telah dikemukakan di atas, bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, aspek utama yang ditentukan adalah kualitas guru dalam memahami kepribadian peserta didik. Untuk itu, upaya ang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan adalahmemahami psikologi pendidikan. sesuai dengan prasyarat minimal yang ditentukan oleh syarat-syarat seorang guru yang professional. Maklah ini akan sedikit menguraikan tentang ruang lingkup psikologi pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah Psikologi Pendiddikan ini, penyusun membuat   rumusan masalah sebagai barikut:
- Bagaimana Kedudukan Psikologi pendidikan
- Bagaimana Sejarah psikologi pendidikan
- Bagaimana Ruang lingkup Psikologi Pendidikan
- Apa saja Metode psikologi pendidikan

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagi berikut:
1.  Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan Islam.
2. Untuk memperdalam wawasan keilmuan mengenai Psikologi Pendidikan umum maupun Psikologi Pendidikan Islam
3. Dapat mengetahui pengertian kedudukan psikologi Pendidikan, sejarah, runglingkup dan metode Psikologi pendidikan.

E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini adalah
BAB I Pendahuluan
a.       Latar belakang Masalah
b.      Rumusan Masalah
c.       Tujuan Penulisan
d.      Metode Pengumpulan Data
e.       Sistematika Penulisan
BAB II Pembahasan
BAB III Penutup
  
BAB II PEMBAHASAN
A. Kedudukan Psikologi Pendidikan
Kedudukan psikologi pendidikan dari ilmu Psikologi merupakan ilmu terapan dan merupakan subdisiplin dari ilmu psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Menurut Arthur S. Reber psikologi pendidikan merupakan subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah pendidikan yang berguna dalam hal-hal berikut:
1.         Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
2.         Pengembangan dan pemmbaruan kurikulum
3.         Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
4.         Sosialisasi proses – proses dan interaksi proses tersebut dengan
        pendayagunaan ranah kongnitif.
Kedudukan Psikologi Pendidikan dalam dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting, karena pendidikan merupakan lingkungan yang menjadi tempat saling berinteraksinya anatara individu baik antara seorang guru dengan murid-muridnya maupun antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Pada interaksi tersebut terjadi proses psikologis yang sangat perlu dipahami dan dijadikan landasan oleh para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat.

Para akhli Psikologi dan pendidikan pada umumnya berkeyakinan bahwa dua orang anak (yang kembar sekalipun) tidak pernah memiliki respon yang sama persis terhadap situasi mengajar belajar di sekolah. Keduanya sangat mungkin berbeda dalam hal  pembawaan, kematangan, jasmani, intelegensi, dan keterampilan. Anak –anak itu, seperti juga anak- anak lainnya, relatif berbeda dalam berkepribadian sebagaimana yang tampak pada penampilan dan cara berpikir atau memecahkan masalah masing-masing.

Para pendidik khususnya para guru sekolah, sangat diharapkan memiliki pengetahuan mengenai pesikologi pendidikan yang memadai, agar dapat mendidik para siswa melalui proses belajar mengajar yang berdayaguna dan berhasil guna. Pengetahuan psikologi pendidikan bagi para guru berperan penting dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah-sekolah. Hal  ini disebabkan eratnya hubungan antar psikologi dengan pendidikan.

B. Sejarah  Psikologi Pendidikan
Belum ada sejarah khusus yang mengungkapkan secar cermat dan luas tentang psikologi pendidikan. Karya tulis yang mengungkapakan “riwayat hidup” Psikologi pendidikan masih sangat langka.  

Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan psikologi dalam pendidikan sudah berlangsung lama sejak zaman dahulu meskipun istilah psikologi pendidikan sendiri pada masa awal pemanfaatannya belum belum dikenal orang. Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi maka lahir dan berkembanglan secara resmi (entah tahun berapa) sebuah cabang khusus psikologi pendidikan.

Pada umumnya para akhli memanndang bahwa Johann Friedrich Herbart adalah bapak psikologi pendidikan. Herbart adalah seorang filosop dan pengarang kenamaan yang lahir di Oldenburg, Jerman, pada tanggal 4 mei 1776. Pada usia 29 tahun Ia menjadi dosen filsafat di GÅ‘ttingen dan mencapai puncak karirnya pada tanun 1809 ketika dia diangkat menjadi ketua jurusan filsafat di Konisberg sampai tahun 1833. Ia meninggal di GÅ‘ttingen pada tanggal 14 gaustus 1841.

Dalam pandangan Herbart proses belajar atau memahami sesuatu bergantung pada pengenalan individu terhadap hubungan-hubungan antara ide-ide baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Adapun pandangan Herbert mengenai mata pelajaran adalah mata pelajaran yang paling jitu untuk mengembangkan watak anak adalah sejarah. Kemudian untuk pengajaran selanjutnya adalah ilmu – ilmu alam dan sebagai pelajaran akhir yang perlu diberikan kepada anak adalah bidang-bidang studi formal seperti membaca, menulis dan berhitung.

Selanjutnya, psikologi pendidikan lebih pesat berkembang di Amerika Serikat, meskipun tanah kelahirannya sendiri adalah Eropa. Kemudian dari Amerika Serikat psikologi pendidikan menyebar keseluruh benua hingga sampai ke Indonesia. Sekarang semakin dewasa usia psikologi pendidikan semakin banyak pakar psikologi dan pendidikan yang berminat mengembangkannhya. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya fakultas psikologi dan fakultas pendidikan di universitas- universitan terkenal di dunia yang membuka jurusan atau spesialisasi keakhlian psiklogi pendidikan dengan fasilitas belajar yang lengkap dan modern. 

C. Ruang lingkup Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan pada asasnya adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan itu meliputi tingkah laku belajar (oleh siswa), tingkah laku mengajar (oleh guru), dan tingkah laku mengajar-belajar (oleh guru dan siswa yang saling berinteraksi).

Secara garis besar, banyak akhli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam.
1.      Pokok bahasan mengenai “belajar” yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas prilaku belajar siswa dan sebagainya
2.       Pokok bahasan mengenai “proses belajar” yaitu tahapan perbuatan dan pristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar sisiwa.
3.      Pokok bahasan mengenai “situasi belajar” yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.
Samuel Smith menetapkan 16 topik bahasan mengenai Psikologi pendidikan yaitu senagai berikut:
1.      Pengetahuan mengenai psikologi pendidikan
2.      Hereditas
3.      Lingkungan
4.      Perkembangan siswa
5.      Proses-proses tingkah laku
6.      Hakikat dan ruang lingkup belajar
7.      Fakto-fakto yang mempengaruhi belajar
8.      Hukum-hukum dan teori-teori belajar
9.      Pengukuran,yakni prinsip-prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran/ evaluasi 
10.  Transfer belajr, meliputi mata pelajaran
11.  Sudut-sudut pandang praktis mengenai pengukuran
12.  Ilmu statistic dasar
13.  Kesehatan rohani
14.  Pendidikan membentuk watak
15.  Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah menengah
16.  Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar.

Pendapat lain Mengatakan bahwa ruanglingkup psikologi Pendidikan pada dasarnya membahas hal-hal sebagai berikut
1.      Hereditas dan Lingkungan
2.      Pertumbuhan dan Perkembangan
3.      Potensial dan Karakteristik Tingkah laku
4.      Hasil Proses Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Individu yang Bersifat Personal dan Sosial
5.      Higiene Mental dan Pendidikan dan
6.      Evaluasi Hasil Pendidikan
Dari semua Pendapat diatas dapat kita perhatihakan bahwa ruanglingkup psikologi pendidikan itu meliputi Pendidik, anak didik, belajar, proses belajar, dan situasi belajar.

D. Metode-Metode Psikologi Pendidikan
Pada umumnya, para akhli psikologi pendidikan melakukan riset psikologi di bidang kependiidikan dengan memanfaatkan beberapa metode tertentu yaitu sebagai berikut :
1.      Metode Eksperimen
Pada asasnya,metode eksperimen merupkan serangkaian percobaan yang dilakukan eksperimenter (penelitian yang bereksperimen)di dalam sebuah labolatorium atau ruangan tertentu lainnya.Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian psikologi pendidikan untuk menguji keabashan dan kecermatan simpulan-simpulan yang ditarik dari hasil temuan penelitian dengan metode lain.

2.      Metode Kuesioner
Metode kuesioner (qustionaire)lazim juga disebut metode surat-menyurat (mail survey).Namun,sebelum kuesioner disebarkan atau dikirimkan kepada responden yang sesungguhnya seorang peneliti psikologi pendidikan biasanya melakukan uji coba (try out), caranya,sejumlah kuesioner dibagi-bagikan kepada sejumlah orang tertentu yang memiliki karakteristrik sama dengan calon responden yang sesungguhnya.Tujuannya,untuk memastikan pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner itu cukup jelas dan relevan untuk dijawab,dan untuk memperoleh masukan yang mungkin bermanfaat bagi penyempurnaan kuesioner tersebut.

Penggunaan metode kuesioner dalam riset-riset social termasuk bidang psikologi pendidikan relative lebih menonjol apabila dibandingkan dengan penggunaan metode lainnya. Contoh data yang dapat dihimpun dengan cara penyebaran adalah sebagai berikut.
1. Karakteristrik pribadi siswa seperti jenis kelamin,usia,
2. Latar belakang keadaan siswa seperti latar belakang keluarga,latar    belakang pendidikan,dan sebagainya.
3. Perhatian siswa terhadap mata pelaharan tertentu.
4. Faktor-faktor pendorong dan penghambat siswa dalam mengikuti pelajaran tertentu.
5. Aplikasi (penerapan),mata pelajaran tertentu dalam kehidupan sehari-hari siswa (seperti sahalat dalam pelajaran agama)
6. Pengaruh aplikasi pelajaran tertentu terhadap prikehidupan siswa.

3.      Metode Studi Khusus
Studi kasus (case study)sebuah metode penelitian yang di gunakan untuk memperoleh gambaran yang rinci mengenai aspek-aspek psikologi seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu.Metode ini,selain dipakai oleh para peneliti psikologi pendidikan,juga dipakai oleh para peneliti ilmu-ilmu social lainnya,karena lebih memungkinkan peneliti melakukan investigasi (penyelidikan dengan mencatat fakta)dan penafsiran yang lebih luas dan mendalam.

4.      Metode Penyelidikan Klinis
Pada mulanya,metode penyelidikan klinis atau sebut saja metode klinis (clinical method)hanya digunakan oleh para ahli psikologi klinis atau psikiater.dalam metode ini terdapat posedur diagonosis dan penggolongan penyakit kelainan jiwa serta cara-cara member prlakuan pemulihan (psychological treatment) terhadap kelainan juwa tersebut.

Jean Piaget adalah yang mula-mula memanfaatkan metode penyelidikan klinis tersebut untuk kepentingan pendidikan.Piaget telah sering menggynakan metode ini untuk menggumpulkan data dengan cara yang unik yakni interaks semua aliamiah (quas-natural)antara peneliti dengan anak yang diteliti (Reber,1988).

Sasaran yang akan dicapai oleh penelitian dengan menggunakan metode klinis terutama untuk memeastikan sebab-sebab timbulnya ketidak normalan perilaku seorang siswa atau sekelompok kecil siswa.Kemudian berdasarkan kepastian factor penyebab itu penelitian berupaya memilih dan menentukan cara-cara yang tepat untuk mengatasi penyimpangan tersebut.

5.      Metode Obsevasi
Metode observasi naturalistic (naturalistic) adalah sejenis observasi yang dilakukan secara alamiah.Dalam hal ini,peneliti berada di luar objek yang diteliti atau tidak menampakan diri sebagai orang yang sedang melakukan penelitian. Pada mulanya,observasi naturalistik lebih banyak digunakan oleh para ahli ilmuan hewan (ethologist)untuk mempelajari prilaku hewan tertentu.Selanjutnya metode ini juga digunakan oleh para psikolog- psikolog pendidikan.Dalam hal penggunaannya bagi kepentingan penelitian psikolog pendidikan,seorang peneliti atau guru yang menjadi asistennya agar dapat mengaplikasikan metode observasi ilmiah itu lewat kegiatan pengajaran.

6.      Metode Diferensial
Digunakan untuk meneliti perbedaan-perbedaan individual yang terdapat di antara anak didik. Menggunakan berbagai macam teknik pengukuran (contoh: tes, angket, dsb) serta menggunakan statistik untuk menganalisis

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupan salah satu ilmu pengetahuan yang merupakan cabang dari psikologi. psikologi pendidikan harus diketahui oleh semua pendidik baik itu orang tua (ayah dan ibu) di keluargannya, maupun guru dosen yang banyak berinter aksi dengan para siswa.

Tujuan dari Psikologi pendidikan ini adalah untuk tercapainya proses mengajar-belajar antara guru dengan siswa dengan baik, agar cita-cita pendidikan yaitu menjadikan manusia menjadi insan kamil bisa terwujud.serta bisa menelurkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mampu berkompetisi, professional, berakhlak mulia dan berjiwa social dari setiap lembaga pendidikan.

Secara garis besar, banyak akhli yang membatasi pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam.
1.      Pokok bahasan mengenai “belajar” yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas prilaku belajar siswa dan sebagainya
2.       Pokok bahasan mengenai “proses belajar” yaitu tahapan perbuatan dan pristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar sisiwa.
3.      Pokok bahasan mengenai “situasi belajar” yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.

Terdapat banyak metode dalam psikologi Pendidikan Adapun metode-metode tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Metode Eksperimen
2.      Metode Kuesioner
3.      Metode Studi Khusus
4.      Metode Penyelidikan Klinis
5.      Metode Obsevasi
6.      Metode Diferensial

DAFTAR PUSTAKA

Djaali. 2009. Psikologi Pendidikan.PT. Bumi Aksara: Jakarta
Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belar dan Mengajar. Sinar Baru Algensindo: Bandung
Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang-Pustaka Pelajar : Yogyakarta
Suryabrata, Sumandi. 1998. Psikologi Pendidikan. PT RajaGrafindo Perkasa: Jakarta
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan dengan Pendekat Baru. PT Remaja Rosdakarya: Bandung
Thontowi, Ahmad. 1991. Psikologi Pendidikan. Angkasa. Bandung.

Category:

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar