Makalah Pendekatan dalam Pendidikan Islam

Wandi Budiman | 10/04/2011 | 0 komentar

ILMU PENDIDIKAN ISLAM (Pendekatan dalam Pendidikan Islam)
Disusun untuk memenuhi salah
 satu tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam

Dosen Pembimbing :
Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution. MA.
Disusun oleh : (Wandi Budiman : F.1010297 dan Muhamad Arif : F.1010114)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS STUDI ISLAM (FASTI) UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Dalam perkembangan selanjutnya pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang tinggi dalam arti mental. Dalam pendidikan islam pendidikan adalah bimbingan atau tuntunan yang dilakukan dengan sengaja oleh orang dewasa (pendidik kepada peserta didik) berdasarkan syariat islam agar terbentuk kepribadian muslim (insan kamil).

Dalam melaksanakan proses pendidikan diperlukan cara – cara agar pendidikan yang dilaksanakan sesuai dengan cita-cita pendidikan, cara-cara tersebut diantaranya melalui pendekatan-pendekatan. Pendekatan ini diperlukan agar peserta didik bisa benar-benar memahami apa yang sedang dipelajarinya dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Terdapat beberapa macam pendekatan yang digunaakan dalam pendidikan terutama pendidikan islam, sebagaimana yang akan dibahas di dalam bab berikutnya.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendekatan
Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian pendekatan
1. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pendekatan adalah 1). Proses perbuatan, cara mendekati 2). Usaha dalam rangka aktifitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. “Dalam bahasa Ingggris, pendekatan diistilahkan “approach” dalam bahasa Arab disebut dengan “madkhal”.
2. Mulyanto Sumardi mengatakan bahwa, pendekatan bersifat axiomatik, ia terdiri dari serangkaian asumsi tentang bahasa dan pengajaran bahasa serta belajar bahasa.
3. Ramayulis (2006: 169) mengatakan pendekatan merupakan terjemahan dari kata “approach” dalam bahasa inggris, diartikan dengan come near (menghampiri) go to (jalan ke) dan way path dengan (arti jalan) dalam pengertian ini dapat dikatakan bahwa approach adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu. HM. Chabib Thaha, mendefinisikan pendekatan adalah cara pemerosesan subjek atas objek untukmencapai tujuan. Pendekatan juga berarti cara pandang terhadap sebuah objek persoalan, dimana cara pandang tersebut adalah cara pandang dalam kontek yang lebih luas.
4. Pendekatan adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat pada suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami sesuatu.
5. Lawson dalam kontek belajar, mendefinisikan pendekatan adalah cara atau strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifanan dan keefesienan dalam proses pembelajaran materi tertentu.

B. Macam-macam Pendekatan dalam Pendidikan Islam
Perwujudan strategi pendidikan islam dapat dikonfigurasikan dalm bentuk metode pendidikan yan glebih luasnya mmencakup pendekatan (approach). Untuk pendekatan pendidikan islam, dapat berpijak pada firman Allah swt. Sebagai berikut:
1. QS. Al-Baqarah ayat 151
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (١٥١)
Artinya: “Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”.
2. QS. Al-Imran ayat 104
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)
Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung”.
Dari kedua firman Alalh tersebut, Jalaluddin Rakhmat (1979:117-119) dan Zainal Abidin Ahmad (1979:138-140) merumuskan pendekatan pendidikan Islam dalam enam kategori, yaitu sebagai berikut:
1. Pendekatan Tilawah (Pengajaran)
Pendekatan ini meliputi membacakan ayat-ayat allah yang bertujuan memandang fenomena alam seagai ayat-Nya, mempunyai keyakinan bahwa semua ciftaan Allah memiliki keteraturan yang bersumber dari Rabb Al-Alamin, serte memandang bahwa segala yang ada tidak diciftakan-Nya secara sia-sia belaka. Bentuk tilawah mempunyai indikasi Tafakkur (berpikir) dan Tadzakkur (berdikir).
Aplikasinya:
Pembentukan kelompok ilmiah, bimbingan akhli, kompetisi ilmiah dengan landasan akhlak Islam, dan kegiatan lainnya seperti penelitian, pengkajian, seminar dan lainnya
2. Pendekatan Tazkiyah (Penyucian)
Pendekatan ini meliputi menyuvikan diri denganupaya Amar Ma’ruf nahi munkar (tindakan proaktif dan tindakan reaktif). Pendekatan ini bertujuan untuk memelihara kebersihan diri dan lingkungannya, memelihara dan mengembangkan akhlak yang baik. Indikator pendekatan ini adalah fisik, psikis dan social.
Aplikasinya:
Gerakan kebersihan, kelompok-keloompok usrah, riyadhah keagamaan, ceramah, tablig, pemeliharaan syiar islam, kepemimpinan terbuka, teladan pendidikan serta pengembangan kontrol sosial.
3. Pendekatan Ta’lim Al-Kitab
Mengajarkan Al-Qur’an dengan menjelaskan hukum halal dan haram. Pendekaatan inni bertujuan untuk membaca, memahami dan merenungkan Al-Qur’an dan As-sunah sebagai keterangannya.
Aplikasinya: Pembelajaran membaca Al-qur’an, diskusi tentang Al-Qur’an dibawah bimbingan para akhli, memonotoring pengajian islam, kelmpok diskusi dan lomba kreativis islam.
4. Pendekatan Ta’lim Al-Hikmah
Pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan ta’lim al-kitab
Aplikasinya: Mengadakan perenungan (reflective thinking), reinovasi, studi banding antarlembaga pendidikan, antarlembaga pengkajian, antarlembaga penelitian dan sebagainya.
5. Yu’alim-kum ma lam Takunu Ta’limun
Suatu pendekatan yang mengajarkan suatu hal yang memang benar-benar asing dan belum diketahui, sehingga pendekatanm ini membawa peserta didik pada suatu alam pikiran yang bbenar-benar luar biasa. Indikatornya penemuan teknologi canggih yang membawa manusia ke luar angkasa.
Aplikasinya:
Mengembangkan produk teknologi yang dapat mempermudah dan membantu kehidupan manusia sehari-hari.
6. Pendekatan Islah (Perbaiakan)
Pelepasan beban dan belenggu-belenggu yang bertujuan memiliki kepekaan terhadap penderiataan orang lain, sanggup menganalisis kepincangan-kepincangan yang lemah, dan berupaya menjembatani perbedaaan paham.
Aplikasinya:
Kunjungan ke kelompok dhuafa’ kampanye amal soleh, kebiasaan bersedekah, dan proyek-proyek sosial serta mengembangkan Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (BAZIS).
Menurut Ramayulis setidaknya ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan pendidikan Islam dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu :
1. Pendekatan pengalaman.
Pendekatan pengalaman yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. Dengan pendekatan ini peserta didik diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman keagamaan, baik secara individual maupun kelompok. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik.
Meskipun pengalaman diperlukan dan dicari selama hidup, namun tidak semua pengalaman dapat bersifat mendidik (educatif) karena ada pengalaman yang tidak bersifat mendidik. Pemberian pengalaman yang educatif kepada peserta didik berpusat kepada tujuan yang member arti terhadap kehidupan anak, interaktif dengan lingkungan.
2. Pendekatan pembiasaan.
Pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja yang kadang kala tanpa dipikirkan. Pendekatan pembiasaan dalam pendidikan berarti memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajaran agamanya baik secara individual maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan pembiasaan yang baik tidaklah mudah, sering memakan waktu yang panjang. Tetapi bila sudah membudaya kebiasaaan itu sulit pula untuk mengubahnya.
3. Pendekatan emosional.
Pendekatan emosional adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini ajaran Islam serta dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk. Emosi adalah gejala kejiwaan yang ada dalam diri seseorang. Emosi tersebut berhubungan dengan perasaan. Seseorang yang mempunyai peraasaan pasti daapt merasakan sesuatu, baik perasaan jasmaniah maupun perasaan rohaniah. Di alam perasaan rohaniah tercakup perasaan intelektual, estetis, etis, sosial, dan perasaan harga diri.
4. Pendekatan Rasional
Pendekatan Rasional yaitu suatu pendekatan mempergunakan rasio dalam memahami dan menerima kebesaran dan kekuasaan Allah. Manusia adalah makhluk ciftaan Allah yang sempurna dan berbeda dengan makhluk yang lainnya.
Perbedaan manusia dengan makhluk lain terletak pada akal, dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, bahkan dengan akal yang dimilikinya juga manusia juga dapat membenarkan dan membuktikan adanya Allah.
5. Pendekatan fungsional
Pendekatan fungsional yaitu suatu pendekatan dalam rangka usaha menyampaikan materi agama dengan menekankan kepada segi kemanfaatan pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ilmu Agama yang dipelajari anak di sekolah bukanlah hanya sekedar melatih otak tetapi diharapkan berguna bagi kehidupan anak, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan sosial. Dengan agama anak anakdapt meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dengan demikian pendekatan fungsional berarti anak dapat memanfaatkan ajaran dalam kehidupan sehari-hari baik kehidupan individu maupun kehidupan masyarakat. Sabda Rasulullah saw:
خيرالناس انفعهم لناس
“Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang member manfaat (nilai guna) bagi manusia”
6. Pendekatan keteladanan.
Pendekatan keteladanan adalah memperlihatkan keteladanan baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, perilaku pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang mencerminkan akhlak terpuji, maupun yang tidak langsungmelalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah ketauladanan.
Kecenderungan mnausia untuk belajar lewat peniruan menyebabkan keteladanan menjadi sangat penting artinya dlam proses pendidikan. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi umat manusia. Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
7. Pendekatan Terpadu
Pendekatan terpadu adalah pendekatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan secara serentak beberapa pendekatan diatas.

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka dapat kita simpulkan bahwa pendekatan adalah cara atau strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifanan dan keefesienan dalam proses pembelajaran materi tertentu. terdapat berbagai macam pendekatan yang bisa digunakan pendidik dalam proses pendidikan islam. Tujuan dari pendekatan-pendekatan pendidikan diatas adalah untuk memaksimalkan keilmuan peserta didik baik Hablu Minallah Maupun Hablu Minannas agar mempunyai kepribadin islami (Insan Kamil), dan dan mencapai cita-ciata pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Ramayulis. 2006. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Bukhari, Umar. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah.

Category:

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar