STRATEGI SYAITAN MENGGODA MANUSIA

Wandi Budiman | 1/11/2014 |


STRATEGI SYAITAN MENGGODA MANUSIA

Ilustrasi Gamabar
Sebagaimana kita ketahui, syaitan telah divonis oleh Allah Swt untuk masuk ke dalam neraka. Namun kesombongan membuat syaitan bukan meminta maaf kepada Allah agar dibebaskan dari neraka tapi malah menantang dengan keinginan untuk menggoda dan menyesatkan manusia guna menemaninya di dalam neraka. Bahkan syaitan telah bertekad untuk menggoda dan menyesatkan manusia dengan berbagai cara. Tekad syaitan dalam menyesatkan manusia diceritakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah sebagaimana yang difirmankan Allah:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (١٦) ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (١٧)

Iblis berkata:: “karena Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus, kemudian akan kudatangi mereka dari depan dan dari belakan, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan akan Kau dapati kebanyakan mereka tidak bersyukur (QS 7:16-17).

Agar kita tidak terjebak dalam strategi godaan syaitan, maka kita perlu memahami apa yang dimaksud oleh syaitan sebagaimana terdapat di dalam ayat di atas. Ibnu Abbas ra seperti yang dikutif oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dari depan adalah meragukan tentang akhirat, dari belakang adalah merangsang kepada cinta dunia, dari kanan meragukan perintah agama dan dari kiri merangsang untuk berbuat maksiat. Dari penjelasan ayat ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, dalam mengajak ke neraka, syaitan berusaha dengan melakukan empat strategi.

Pertama adalah menanamkan keraguaan tentang kehidupan akhirat yang merupakan tempat kembalinya seluruh manusia. Sebagai manusia yang dicipta oleh Allah untuk beribadah, maka kebahagiaan di akhirat merupakan dambaan, namun mencapainya justeru harus diusahakan dalam kehidupan di dunia ini, karena itu syaitan berusaha semaksimal mungkin agar manusia hidup untuk kenikmatan di dunia ini saja.  Akibatnya manusia tidak memiliki persiapan untuk menghadapi hari akhirat, padahal bahagia dan tidaknya seseorang dalam kehidupan akhirat sangat tergantung pada persiapannya di dunia ini dengan amal shaleh yang banyak. Bahkan akhirat yang merupakan pertanggungjawaban manusia atas amalnya tidak disadarinya sehinga kehidupan di dunia ini dilakukan tidak sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, salah satu yang harus kita sadari adalah bahwa dunia ini adalah tempat untuk bercocok tanam yang panennya di akhirat, sedangkan kehidupan akhirat merupakan pertanggungjawaban dan hasil dari kehidupan di dunia ini. Itu pula sebabnya adanya kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang harus kita yakini adanya, tak ada sedikitpun keraguan kita pada kehidupan akhirat. Adapun orang yang tidak percaya akan kehidupan akhirat, maka ganjaran yang akan diterimanya adalah azab yang pedih sebagaimana firman Allah:

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih (QS 17:10).

Karena begitu penting kedudukan iman kepada akhirat, maka syaitan berusaha menyesatkan manusia dari depan dengan menanamkan keraguan terhadap adanya kehidupan akhirat itu, syaitanpun telah berhasil dalam menjalankan misi dengan adanya orang yang  mengatakan:

Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi (QS 23:37).

Kedua dalam menyesatkan manusia adalah menggodanya dari belakang dengan menumbuhkan rasa terlalu cinta terhadap dunia. Ini merupakan salah satu penyakit terbesar dari manusia termasuk umat Islam, bahkan hal ini bisa menghilangkan kekuatan umat. Umat yang tercabik-cabik dan menjadi sasaran empuk musuh-musuhnya bukanlah karena umat itu lemah dan tak punya potensi, tapi sebenarnya umat ini kuat namun menjadi lemah karena terlalu cinta pada dunia. Terlalu cinta pada dunia mengakibatkan dunia ini tidak dijadikan sarana menuju akhirat, tapi malah menjadi tujuan hidupnya, akibat selanjutnya adalah sebagai apapun dia, maka yang ingin dicapai adalah kenikmatan duniawi; harta semata-mata untuk kenikmatan duniawi diri dan keluarganya, begitu juga dengan ilmu, bahkan jabatan tidak digunakan untuk menegakkan kebenaran, malah tragisnya jabatan itu justeru digunakan untuk menegakkan atau melindungi kebathilan, dari sini tidak sedikit orang yang akhirnya menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya, karena baginya kenikmatan duniawi merupakan sesuatu yang harus didapat meskipun dengan menghalalkan segala cara, baginya bukan soal benar dan salah, tapi yang penting adalah kenikmatan yang bisa dirasakan.

Keberhasilan syaitan dalam menggoda manusia dari belakang akan menghasilkan penyesalan yang amat dalam meskipun penyesalan itu sudah tidak ada gunanya lagi sebagaimana yang dikemukakan Allah dalam firman-Nya:

Dan pada hari itu (kiamat) diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia berkata: “alangkah baiknya sekiranya dulu aku mengerjakan (amal shaleh) untuk hidupku ini”. Maka pada hari itu tidak ada yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya (QS 89:23-26).

      Ketiga yang merupakan strategi syaitan dalam menyesatkan manusia adalah menggoda dari sebelah kanan manusia, yakni menanamkan keraguan terhadap perintah agama. Islam sebagai agama Allah yang benar merupakan sesuatu yang tidak boleh kita ragukan sedikitpun kebenarannya. Keyakinan yang utuh pada kebenaran Islam sebagai agama akan membuat kita selalu menjadikan ajaran Islam sebagai tuntunan dalam hidup ini, sebagai apapun kita dan dalam keadaan bagaimanapun juga. Sebagai pemimpin keluarga, kita akan mengarahkan anggota keluarga terhindar dari neraka dan masuk ke dalam syurga sehingga kita akan membentuk anggota keluarga untuk taat terhadap ketentuan Islam.

Dalam upaya menyesatkan manusia, syaitan selalu berusaha menanamkan keraguan terhadap kebenaran Islam, keberhasilan syaitan dalam menggoda manusia dari kanannya mengakibatkan manusia menjadikan kehidupan agama sebagai persoalan sepele saja, bahkan agama dengan segala hukum-hukum yang terkandung di dalamnya akhirnya dianggap sebagai permainan saja, padahal ini merupakan sesuatu yang sangat terlarang, Allah berfirman:

Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al kitab dan Al hikmah, Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS 2:231).

Keempat dari strategi syaitan adalah menyesatkan manusia dari belakangnya, yakni dengan merangsang manusia untuk berbuat maksiat. sehingga kemaksiatan dan dosa dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, indah, menguntungkan dan membahagiakan,

Keberhasilan syaitan dalam menyesatkan manusia boleh sudah nampak, buktinya; begitu banyak manusia yang jalan hidupnya adalah kemaksiatan dan dosa mulai dari dusta, korupsi, manipulasi, pengrusakan, perampasan hak-hak asasi, pemerkosaan, perzinahan, pembunuhan, penganiayaan dan sebagainya. Oleh karena itu, Allah Swt mengajukan pertanyaan yang tidak perlu kita jawab karena Allah sebenarnya telah memberikan jawaban yang jelas dari pertanyaan-Nya tentang orang yang disesatkan oleh syaitan, Allah berfirman:

Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk  lalu dia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)?. Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya (QS 35:8).

Akhirnya menjadi keharusan kita semua untuk berlindung kepada Allah Swt dari segala godaan syaitan yang berusaha menyesatkan kita dengan segala cara, apalagi syaitan sudah mendapat bantuan begitu besar dari manusia yang telah berhasil disesatkannya untuk menyesatkan manusia lain dari jalan Allah yang benar. Wallahu A’lam.
 

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..