AKIBAT MENGINGKARI RASUL

Wandi Budiman | 1/15/2014 | 0 komentar


Oleh : DR. M. Hidayat Nur Wahid
Dalam Al-Qur'an ayat 26 dan 27, Allah dengan tegas menyampaikan konsekwensi positif dari beriman dan mengikuti para Rasul, sekalipun untuk itu mereka disiksa bahkan dibunuh di dunia. Tetapi di akhirat, mereka sungguh dimuliakan Allah, baik secara fisik maupun rohani. 

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ . بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ
Artinya: Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke syurga"[1265]. ia berkata: "Alangkah baiknya Sekiranya kamumku mengetahui.  apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku Termasuk orang-orang yang dimuliakan". QS. Yasin [36]: 26-27
 

Dalam dua ayat, meteri tadabbur kita kali ini, Allah memaparkan akibat dari perilaku mengingkari para Rasul, bahkan menyiksa mereka apalagi membunuhnya. Mereka dideskripsikan oleh Al-Qur'an sebagai makar yang sangat lemah tak bernilai. Begitu lemahnya sehingga untuk menghukum mereka, Allah tak perlu mengutus pasukan-Nya, para malaikat itu. Sebab, perilaku mereka yang melampaui batas itu, sesungguhnya adalah perilaku yang bertentangan dengan sunnatullah dan sunnah kehidupan dan itu artinya perilaku mereka menggambarkan betapa rapuhnya kondisi mereka, mereka bahkan telah menggali kuburan mereka sendiri. Itulah karenanya Allah menilai rendah mereka bahkan menghinakannya. Untuk membuktikan kesalahan mereka, cukuplah satu tiupan sangkakala saja, merekapun sirna.

Allah pun tidak merinci lebih lanjut tentang kondisi mereka, sebab mereka memang begitu tidak berarti, hingga karenanya tak perlu banyak diceritakan lagi. Demikianlah renungan Sayyid Quthb terhadap dua ayat materi tadabbur kita (Fi Dhilalil Al-Qur'an V/2964).

Adapun Ibnu Katsir, maka beliau meneropong ayat ini dari sisi lainnya. Bahwa melalui ayat ini Allah menyampaikan kepada umat manusia, bagaimana Allah membela Rasul-Nya beserta para pendukungnya, setelah mereka dicederai bahkan dibunuh oleh kaum di mana mereka diutus. Allah begitu murka Ia tidak lagi memperingati kaum-Nya, ia dengan cara yang bagi Allah sangatlah mudah, tak perlu mengirimkan tentara langit yaitu para Malaikat. Allah tidak memperhitungkan jumlah para pengingkar maupun penentang itu. Bagi Allah itu semua tak berarti. Cukuplah bagi Allah untuk menghukum serta mengadzab mereka dengan dimunculkannya satu tiupan. Dan merekapun, baik raja, penguasa maupun tentara dan rakyat yang mengingkari para Rasul itu, yang oleh Ibnu Katsir disebut, bahwa mereka-mereka itu dari Anthakya, akhirnya habis binasa, tak satupun tersisa. Untuk mengadzab perilaku umat manusia menyimpang semacam ini, Allah dzat yang Maha Kuasa itu memang tidak perlu mengirimkan pasukan-Nya (Malaikat), tetapi adzab-Nyalah yang langsung datang menerjang. (Tafsir Ibnu Katsir III/4569). 

Demikianlah Al-Qur'an menampilkan dua kondisi yang mencolok bedanya, yang pertama para Rasul dan pendukungnya, sekalipun mereka dihinakan, tetapi mereka abadi dalam kenikmatan, kebaikan dan kehormatan. Sebaliknya, kehinaan dan kesengsaraan abadi bagi para pendusta dan pengingkar. Kedua kelompok ini sama-sama menemui ajal di dunia, tetapi ternyata efek berikutnya, sungguh berbeda. Nah, di kelompok manakah kita berada, atau kelompok manakah yang kita pilih?! Wallahu 'Alam

Sumber: Buletin Tafakur - Jum'at, 20 September 2002

Category:

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar