IMAM MALIK ULAMA MADINAH (715-795)

Wandi Budiman | 12/03/2014 | 0 komentar


IMAM MALIK ULAMA MADINAH (715-795)
Malik bin Anas merupakan salah satu dari Imam Mazhab yang empat. Malik bin Anas merupakan pendiri dari Mazhab Maliki, beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Malik. Beliau dilahirkan di kota Madinah al Munawwaroh (Saudi Arabia). Semenjak mudanya ia terkenal sebagai individu yang menguasai beragam bidang ilmu. Sebagaimana kakek dan ayahnya yang termasuk ulama hadis terpandang di Madinah, ajarannya juga mengutamakan penggunaaan dan pegambilan hukum berdasarkan hadis dan ant penggunaan qiyas, kecuali dalam masalah-masalah yang tidak ada nash-nya. Oleh karena itulah, sokolah yang didirikannya di madinah terkenal dengan “Sekolah Hadits”.


Di Madinah itu pula ia seringkali mengajar banyak orang, dan tentu saja banyak orang yang merasa tertarik untu diajarkan olehnya. Salah satu murid dari Imam Malik yang terkenal adalah Imam Syafi’i, yang dikemudian hari mengembangkan interpretasi syar’inya sendiri sehingga terciptalah mazhab syafi’i. Selain kepada masyarakat luas, ternyata khalifah juga meminta untuk diajarkan olehnya. Pada saat itu yang menjadi khalifah adalah al Mansyur, yang dikabarkan pernah terlibat perselisihan dengan Imam Hanafi.

Ada cerita yang layak untuk disampaikan mengenai kisah belajarnya Khalifah al Mansyur kepada Imam Malik. Alkisah pada daat Imam Malik dan Khalifah sedang membahas sebuah hadit, khalifah mengucapkan sesuatu dengan sangat keras, akibatnya Imam Malik marah dan berkata kepadanya untuk jangan melengking jika sedang membahas hadis Nabi. Khalifah pun yang notabene adalah pemimpin negara pada saat itu tidak menentangnya ataupun mengirimkannya ke penjara oleh karena hal tersebut.

Keseganan khalifah untuk menghukum Imam Malik juga terlihat saat Imam Malik dituduhkan terlibat pemberontakan melawan Khalifah al Mansyur. Pada peristiwa yang terjadi di tahun 762 itu, Imam Malik dihukum dengan didera oleh gubernur Madinah yang menjadi bawahan khalifah. Namun saat khalifah mendengar kabar tersebut, sang pemimpin negara tersebut marah dan menghukum gubernur itu seraya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada Imam Malik. Tidak merasa puas dengan hal tersebut, khalifah juga memintanya bermukim di Bagdad untuk menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah juga mengirimkan uang dengan jumlah yang banyak untuk keperluan perjalan sang Imam. Namun semua tawaran khalifah tersebut ditolak oleh Imam Malik.

Salah satu alasan untuk menolak keinginan khalifah al Mansyur adalah karena Imam Malik telah sangan mencintai kota kelahirannya, yaitu Madinah al Munawwaroh. Pada usia delapan puluh tahun Imam Malik meninggal dunia di kota yang sangat disayanginya tersebut.

Salah satu buku terkenal yang ditulis oleh Imam Malik adalah al Muwatta yang berisi kumpulan hadis yang dikumpulkan oleh beliau. Buku yang bernilai ini juga tidak luput dari kritik. Banyak hadits yang dikritisi oleh slaah satu murid kesayangan Imam Malik yaitu Imam Syafi’i. Sehingga seringkali Imam Malik merevisi buku tersebut dengan cara menbung banyak hadits dari bukunya tersebut.

Mengenai hal ini seseorang yang bernama az Zarqni berkata, “Sesungguhnya Imam Malik memuat dalam bukunya al Muwatta empat ribu hadis lebih. Ketika ia meninggal dunia hanya tersisa seribu hadis lebih. Ia pangkas setiap tahunnya denagn pertimbangan bahwa itu lebih berguna bagi kaum Muslimin dan lebih baik bagi agama”.

Semoga Allah SWT memberikan kasih sayang-Nya kepada beliau sehingga beliau mendapat kenikmatan dan pahala yang berlimpah dari perjalanan hidupnya.

[ILMUWAN MUSLIM @KawaniBlog]

Category: , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar