PERAN SERTA GENERASI MUDA MUSLIM

Wandi Budiman | 8/22/2014 | 0 komentar

Bicara masalah generasi muda, tidak akan pernah habis dibahas. Pemuda adalah sosok penuh gejolak, baik pisik maupun psikisnya serta selalu diwarnai dengan berbagai petualangan. Proses mereka menuju kedewasaan, penuh onk duri, kelokan, mendaki, dan menurun, hingga harus melewati ambang keselamatan dirinya dan kadang harus terjerembab kedalam jurang yang gelap. 

Masa muda merupakan masa kuat diantara dua masa lemah yaitu antara masa bayi dan masa tua renta. Allah swt telah menggambarkan dalam firmannya, dalam QS. Ar-Rum :54:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (٥٤)
Artinnya: “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari Keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah Keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Bila kita menengok lintasan sejarah Islam, kita akan menemukan bukti bahwa pusat perkembangan Islam diawal kebangkitan tidak lepas dari peran serta pemuda. Rupanya Rasulullah sangat memahami hal ini sehingga beliau tidak segan-segan untuk menugaskan para sahabat yang masih muda usianya untuk mengemban tugas amanah dakwah darinya. 

Cukuplah Mush’ab bin Umair dan Usama bin Zaid sebagai contoh pemuda yang mendapat tugas dakwah yang cukup berat dari Rasulullah saw. Melalui pemuda seperti inilah, Islam berhasil menyingkirkan segala macam kekuatan. Mereka adalah pemuda yang telah membuktikan pada masanya akan aktivitas mereka yang mengubah wajah dunia, lantas bagaimana dengan kita?

Perkataan Syaidina Ali yaitu Shubbanul yaum rijalul ghad yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok sangat melekat ditelinga kita. Ungkapan ini menggambarkan bahwa pemuda mendatang sangat bergantung pada kualitas binaan hari ini.

Kemudia apa sebenarnya fungsi generasi islam kaitannya dengan masa depan dirinya dan umat.
Setidaknya ada 3 (tiga) peran yang harus mereka ambil, diantaranya:
1.      Sebagai generasi penerus
Para pemudalah yang akan melanjutkan perjuangan Islam yang telah diritis oleh para pendahulunya. Sampai Allah swt menjanjikan sebuah kemenangan dalam firman QS.Ath-Thur [52] :21 .
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ (٢١)
Artinya: dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

2.    Sebagai generasi pengganti
Allah akan mengganti suatu kaum yang telah rusak dengan senbuah generasi pilihan. Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah [5] :54.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٥٤)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.”

Untuk itu perlu adanya pembinaan yang baik agar mampu melahirkan pemuda pilihan yang dimaksud. Sebagai para pemuda Islam juga harus terus berupaya agar menjadi generasi pilihan, sebab untuk memikul tanggung jawab umat di masa mendatang sangat membutuhkan orang-orang pilihan, dan hanya mereka yang mampu. Untuk itu, tidak mungkin terwujud jika tidak bersiap dari sekarang. 

3.    Sebagai generasi pembaharu (reformer)
Para pemuda Islam harus menjadi agent of change. Artinya mereka harus mengembalikan umat ini kepada ajaran yang murni yang disampaikan oleh Rasulullah saw dan mengaplikasikannya dalam kancah kehidupan modern ini. Pada masa mudanya, Nabi Ibrahim telah melakukan peran ini dengan baik saat harus menghadapi orang tuanya. Allah telah berfirman dan QS. Maryam [19]: 42.
إِذْ قَالَ لأبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لا يَسْمَعُ وَلا يُبْصِرُ وَلا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
Artinya: “Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?”

Ketiga peran ini memerlukan kesungguhan pembinaan dan kemauan yang kuat di dalam dada para remaja serta kepasrahan yang tinggi untuk mengibarkan kembali panji-panji Islam. Apalagi pada abad 21/14 hijriah ini telah dicanangkan oleh para ulama sebagai abad kebangkitan Islam, bahkan ulama besar Mesir , Dr. Yusuf Qardhawy, saat berkunjung ke Jakarta mengatakan “Insya Allah kejayaan yang pernah kita miliki seribu tahun yang lalu, akan dapat dikembalikan lagi, dan saya berharap Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan Islam ini”.  [Buku Catatan untuk para pejuang: Mad Podja Sukarta]

Semoga bermanfaat [Pendidikan Islam] 
Wallahu 'Alam

Category: , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar