KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK PANDANGAN ISLAM

Wandi Budiman | 8/22/2014 | 0 komentar


MAKALAH KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN ISLAM

I. PENDAHULUAN
Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan murid, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling pengaruh antara pendidik dengan murid. Pengaruh peranan pendidik sangat besar, karena kedudukannya sebagai orang yang lebih dewasa, lebih pengalaman, lebih menguasai banyak nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan. Peranan murid lebih banyak sebagai penerima pengaruh, sebagai pengikut, oleh itu disebutnya sebagai murid, atau terdidik. Seorang guru sebagai pendidik yaitu mendidik murid, baik yang berkenaan segi intelektual, sosial, maupun fisik motorik. Perbuatan guru memahami karakteristik murid yaitu di arahkan pada karakter murid pada pencapaian tujuan sekarang dan yang akan datang.

Seorang guru harus menguasai karakteristik murid karena guru merupakan contoh teladan kepada anak-anak dan remaja. Guru merupakan pendidik formal, karena latar belakang pendidikan, kepercayaan masyarakat kepadanya serta pengangkatannya sebagai pendidik. Sedangkan pendidik lainnya disebut pendidik informal. Guru harus menguasai karakteristik setiap individu murid supaya dapat memahami keseluruhan kepribadiannya dengan segala latar belakang dan interaksi dengan lingkungannya. Adapun yang disebut komponen asfek fisik atau jasmaniah dan psikis atau batiniah.


II. KARAKTERISTIK MURID
A. Pengertian Murid
Dalam pendidikan Islam murid atau murid dipandang sebagai anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis. Hal ini mengandung makna bahwa untuk mengembangkan dan menumbuhkan murid tersebut haru seseuai dengan karakteristiknya yang dapat mengantarkan murid tersebut menjadi manusia yang matang baik secar fisik maupun psikologis.

Murid adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.[1]

Dalam istilah bahasa Indonesia, makna murid, siswa pelajar, mahasiswa dan murid merupakan sinonim. Semunaya mengandung makna orang (anak) yang sedang berguru (belajar, bersekolah).[2] Adapun menurut Abudin Nata Murid adalah orang yang menginginkan ilmu, dan menjadi salah satu sifat Allah yang menghendaki. Dalam pandangan Ilmu pendidikan Islam murid adalah orang yang menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepribadian yang baik uantuk bekal agar baghagia di dunia dan akhirat dengan jalan belajar bersungguh-sungguh.[3]

Dalam bahasa arab term murid diungkapkan dengan kata-kata Tilmidz, Thalib, yang berarti mencari sesuatu denmgan sungguh-sungguh. Merujuk pada al-Qur’an dapat di jumpai penggunaan kata al-Muta’alim untuk arti orang yang menuntut ilmu pengetahuan, dalam hal ini allah berfirman dal QS.Al-Alaq: 4-5, yaitu:
Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Berdasarkan pengertian diatas maka, murid dapat diartikan sebagai orang yang tengah mencari ilmu, baik dalam lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan non formal.

B. Karakteristik Murid
Murid adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam melakukan proses belajar mengajar. Di dalam proses belajar mengajar, murid sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya. Secar optimal. Adapun karakter murid itu sendiri adalah sifat-sifat yang dimiliki individu sebagai siswa yang diidentifikasi sebagai orang yang mencari ilmu pengetahuan dengan sungguh-sunggug untuk bekal dimasa yang depan baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.

Berdasarkan pemgertian diatas tampak jelasa bahwa, urgensi suatu karakter bagi seorang murid terutama berkaitan dengan tingkat kesuksesan belajar mereka dalam mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat dunia akhirat. Atas dasar itu perlu diketahui dan dipahami secara mendetail tentnag macam-macam karakter murid yang dapat diidentifikasi dalam pendidikan Islam.

Dalam membentuk karakter seorang murid menurut abudinata dan fauzan tentunya memerlukan bimbingan dari orang yang lebih dewasa. Hal ini dapat dipahami dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap orang yang baru lahir. Hal  ini senada dengan firaman Allah ta’ala dalam al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 78 , yaitu :

Artinya: dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Berdasarkan ayat diatas, bahwa murid mempunyai karekteristik, diantaranya sebagai berikut:
1.      Murid menjadikan Allah sebagai motivator utama dalam menuntut ilmu.
Ayat pertama kali turun kepada nabi Muhammad saw. Adalah surat al-alaq ayat 1-5 yaitu:
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Melalui ayat di atas diperintahkan agar kita dalam menuntut ilmu yaitu dengan kata Iqra. Namun dalam aplikasinya hendaklah dilakukan dengan niat ikhlas dan menjadikan Allah swt sebagai motivator dalam menuntut ilmu tersebut, baik dalam ilmu agama maupun dalam ilmu umum.

2.    Senantiasa mendalami pelajaran secara maksimal, yang ditunjang denagan pesiapan dan kesiapan mental, ekonomi fisik dan psikis. Hal ini senada dengan sabda Nabi saw yaitu:

Dari abu Hurairah ra ia berkata : Rasulullah saw telah bersabda : Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dariapada orang Mukmin yang lemah”

3.    Senantiasa mengadakn perjalanan (rihlah; comparative study) dan melakukan riset dalam rangka menuntut ilmu karena ilmu itu tidak hanya terdapat dalam suatu majlis, tetapi dapat dilakukan di tempat dan majlis-majlis lain.

4.    Memiliki tanggung jawab. Hal ini senda denagn hadits nabi muhammad saw, yaitu:

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: rasulullah saw bersabda “ barang siapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan tetapi ia menyembunyikannya, maka allah akan menyediakan baginya kekangan api nerakan di hari kiamat.

5.     Ilmu yang dimilikinya dapat dimanfaatkan.

Berberapa aspek anak didik yang perlu diperhatikan dalam pendidikan adalah sebagai berikut:

1.      Aspek pedagogis
Yaitu memandang murid sebagai makhluk yang bisa di didik.

2.    Aspek sosiologis
Yaitu memandang murid sebagai makhluk yang mempunyai insting untuk hidup bermasyarakat.

3.    Aspek tauhid
Yaitu memandang murid sebagai makhluk berketuhan

Dengan demikian nampak jelas urgensi suatu karakter bagi seorang murid terutama berkaitan dengan kesuksesan belajar mereka dalam mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat dunia dan akhirat.

C. Macam-Macam Karakter Murid
Murid dalam pendidikan islam merupakan unsur manusiawi yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda. Perbedaan pengalaman tersebut dapat melahirkan kepribadian yang berbeda pula. Murid juga merupakan makhluk ciftaan Allah yang lahir kealam dunia ini sudah memiliki pembawaan masing-masing yang di ciftakan-Nya. Pembawaan itu untuk dapat menentukan kepribadian seseorang.

Prinsip-prinsip yang memberikan landasan kokoh bagi tegknya pendidikan islam, didasarkan pada ajaran islam yang mencakup segala persoalan hidup manusia. Oleh karena itu, perlu diketahui macam-macam karakter murid dalam pemdidikan Islam. Macam-macam karakter murid yang paling penting dalam pendidikan islam yaitu:  Sabar, jujur, tawadhu’, qana’ah, toleran, ta’at, tawakal; khauf, dan raja’ serta syukur.

1.      Sabar
Sabar menurut iman Ghazali meliputi pengetahuan, keadaan dan amal. Pengetahuan didalamnya seperti pohon, keadaan ranting-ranting dan amal seperti buah. Atas dasar itulah, Imam al-Ghazali mengatakan bahwa maslahat keagamaan terdapat dalam kesabaran, sehingga dalam diri manusia harus timbul kekuatan dan dorongan untuk melakukan kesabaran.[4]
Kesabaran terbesar adalah sabar dalam menahan diri melampiasakn syahwat dan berlarut larut dalam melakukannya, dan juga seseoranmg murid harus memiliki kesabaran bila diganggu oleh seseorang dengan perkataan atu perbuatan. Hal ini dapat dipahami karena seorang murid berada dalam masa pencarian jati diri, sehingga banyak perkataan dan perbuatan orang lain yang dapat menghalangi kesabarannya. Hal ini senada denagn Sabda Nabi Muhammad saw, yaitu:
“ kami tidak menganggap iman seseorang sebagai iman bila ia tidak sabar dikala menghadapi gangguan”

Allah memuji orang -orang yang sabar, sebagaimana dalam firmannya QS.As-Sajdah ayat 24 yaitu: 
Artinya: “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar, dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”

2.    Ikhlas
Ikhlas adalah perbuatan membersihkan dan memurnikan sesuatu yang bersih dari campuran yang mencemarinya. Jika suatu perbuatan bersih dari riya, maka perbuatan itu dianggap kholis.[5]

Dalam pandangan al-Qur’an disebutkan hanya orang-orang yang ikhlas lah diantara mereka yang tidak akan disesatkan Allah, sebagaiman firmannya dal QS. Shad ayat 82-83, yaitu:

Artinya: “Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”

 Seorang pelajar harus ikhlas dan membersihkan hati sebagai prasarat untuk menuntut ilmu. Menurut al-Nawawi bahwa bersihnya hati untuk ilmu seperti bersihnya bumi untuk tanaman. Dengan demikian seorang murid harus membersihkan hatinya agar dapat menyerap pengetahuan secara baik.

3.     Jujur
Salah satu sifat murid yang dapat menentukan kepercayaan orang lain, baik guru, maupun teman sesamanya adaalh sifat jujur. Jujur dapat ditandai dengan sikap terbuka atas apa yang sebenarnya ada atau terjadi pada diriya. Sipat jujur tidak hanya dalam perkataan, melaikan pula mencakup segala perbuatan. Dalam hal ini rasulullah bersabda, yaitu:

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: rasulullah saw bersabda “ barang siapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan tetapi ia menyembunyikannya, maka allah akan menyediakan baginya kekangan api nerakan di hari kiamat.

Allah berfirman dalam QS. At-taubah ayat 35, yaitu:
Artinya: “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."

Dalam pandangan pendidikan islam kejujuran murid merupakan asas yang menjiwai segala hubungan dengan seorang guru. Sifat jujur yang terpelihara denagn baik dalam diri seorang murid akan menjadikan seorang guru menaruh percaya pada murid tersebut.

4.    Tawadhu’
Tawadhu’ yaitu mengakui kebenaran dari orang lain dan rujuk dari kesalahan menuju kebenaran. Oleh sebab itu seorang murid harus harus bersikaf tawadhu’ terhadap guru dan ilmu, karena dengan sikap tawadhu’ itulah ilmu dapat dicapai. Ia juga harus memelihara keridhoan gurunya dan memelihara diri dari perbuatan mubazir, sehingga terpelihara kemuliaan diri sejalan dengan kemuliaan ilmu yang dimilikinya.

5.     Qana’ah
Qna’ah ialah menerima segala sesuatu apa adanya dan merasa cukup . Qana’ah merupakn kekayaan yang sebenarnya. Sebagiman sabda nabi Muhammad, “Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta, kekayaan itu adalah kekayaan hati”.

Berdasarkan uraian diatas, bahwa sifat Qana’ah menurut hamka mengandung Lima Aspek, yaitu:
a.     Menerima dengan rela terhadap sesuatu yang ada
b.    Memohon kepada Allah tambahan yang pantas dan selalu berusaha.
c.     Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah
d.     Tidak tertarik tipu daya dunia.[6]
6.    Toleran

Sikap toleran seorang pelajar yaitu menghindarkan perbedaan yang menyebabkan perpecahan demi meraih lezatnya persaudaraan. Oleh karena itu sikaf toleran dapat menimbulkan persaudaraan yang terpelihara dan terhindar dari permusuhan. Seorang murid yang toleran terhadap orang lain, berarti ia membnagun persaudaraan yang menjadi jalan bagi kelancaran beljar bersama. Seorang murid selain memerlukan bimbingan dari seorang guru juga memerlukan kawan tempat berbagi rasa dan belajar bersama.

7.     Ta’at
Seoran murid di tuntut unk selalu taat kepada allah swt yang mempunyai ilmu pengetahuan, disamping itu murid yang sedang mencari ilmu memerlukan pertolongan dari guru, murid tidak boleh dibiarkan begitu saja untuk tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Murid yang dibiarkan tumbuh dengan sendirinya cenderung bertingak sesuai dengan yang dianggapnya benar, walaupun keliru. Oleh karea itu haru ada hubungan yang baik antara seorang murid dengan gurunya. Dan murid tituntut untuk selalu taat kepada gurunya selagi tidak bertentnagan dengan jaran Allah swt.

8.    Tawakal
Tawakal adalah pengendalian hati kepada allah swt, karena segala sesuatu berasal dari ilmu dan keskuasaan serta kehendak-Nya, sedangkan selain Allah tidak ada yang dapat memberikan mardharat dan juga manfaat.

Seorang murid harus memiliki sipat tawakal dalan melakukan proses belajar supaya dapat memenfaaatkan waktu baik di siang hari maupin dimalam hari, abik ketiak diam atau dalam perjalanaan. Hendaknya murid memahami tujuan dan misi mereka, dan hendaknya menyadari bahwa mereka itu belajar guna merealisasikan kesejahteraan dunia akhirat.

9.    Khauf dan Raja’
Takut (Khauf) dan harapan (Raja’)  termasuk kedudukan jalan Allah dan keadaan pencari ridha Allah swt sifat yang ditunggu apabila menimbulkan kesedihan di hati dinamakan rasa takut (khauf) jika menimbulkan kegembiraan maka dinakan (raja’)

Rasa takut dan harapan adalah dua kendala untuk memimpin orang yang melihat indahnya kebenaran di dalam hati, maka siapa yang melihat keindahan itu dengan hatinya, ia pun terbebas  dari rasa takut atau harafan. Hal ini senada dengan firman Allah dala QS. Al-A’raf : 56, yaitu :

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

10.Syukur.
M. Quraish Shihab nmenyebutkan arti dari kata syukur, yaitu sebagai berikut:

a)    pujian karena adanya kebaikan yang diperoleh
b)   Kepenuhan dan kelebatan
c)    Seseuatu yang tumbuh di tangkai pohon.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam QS. Ibrahim : 7 yaitu:
Artinya “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Dalam pandangan ilmu pendidikan islam, hakikat ilmu itu dari Allah dan proses memperolehnya dilakukan melalui ikhtiar amnusia dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu ilmu bersal dari Allah maka konsekuensinya seorang murid perlu besyukur kepada Allah, supanya nikmat mendapatkan ilmu itu semakin bertambah.

D. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Karakter Murid
Menurut sudirman sebagaiman yang dikutip oleh Ahmad Izzan, bahwa karakter murid adalah keseluruhan kelakuan dan kemampuan yang ada pada murid sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosial.[7]

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dipahami bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakter murid secara umu yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Kedua faktor ini yang paling dominan mempengruhi karakteristik murid.

Diantara faktor yang mempengruhi karakter murid adalah sebagai berikut:

1.      Faktor Internal
Dalam pandangan al-Syaibani, bahwa watak murid adalah luwes, lentur, bisa dibentuk dan diubah. Proses membentuk identitas sifat dan watak dinamakan sosialisasi.[8] Lebih lanjut ia mengatakan bahwa susah dan mudahnya proses ini tergantung pada usia dan cara yang digunakan untuk sampai pada tujuan.

2.    Faktor Lingkungan
Lingkungan tempat murid hidup diyakini besar pengruhnya terhadap pembentukan kepribadian dan karakter murid. Faktor lingkungan meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dalam masyarakat luas.

Nabi Muhammad saw bersabda, yaitu: “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaaan fitrah, ibu dan bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani dan majusi.”[9]

Dengan demikian dapat dipahami bahwa karakter murid dapat dibentuk menunju kesempurnaan. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu lingkungan yang bersih dan beradab, agar murid dalam menjalani hidupnya menuju kepada pembinaan sifat-sifat positif. Walaupun pada awalnya murid adalah baik, namun karena hidup dalam lingkungan yang tidak baik maka murid dapat mengalami penyimpangan dan perubahan kepribadian sesuai dengan watak lingkungn itu sendiri.



REFERENSI
Al-Syaibani. Falsafah Pendidikan Islam. Bintang, Jakarta 1979, hal 156

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Drs. H. Ahmad Izzzan, M.Ag dan Saehudin, S.Th.I. Tafsir Pendidikan Studi ayat-Ayat Berdimensi Pendidikan. Pustaka Aufa Media. Banten 2012. Hal. 89  Imam al-Gazali, Ringksan Ihya Ulumudiin, Pustaka Amani, Jakarta, 1995

Hamka, Tasauf modern, Pustaka panji Mas, jakarta, 1990

Saardiman AM. Interaksi dan Motivasi Beljar Mengajar, Rajawali Press, jakarta, 2001, hal 156

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS; SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Wallahu ‘Alam [Makalah Karakteristik Peserta Didik- Tugas Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran-MPI UNIDA @ Wandi Budiman]


[1] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS; SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
[2] Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
[3] Drs. H. Ahmad Izzzan, M.Ag dan Saehudin, S.Th.I. Tafsir Pendidikan Studi ayat-Ayat Berdimensi Pendidikan. Pustaka Aufa Media. Banten 2012. Hal. 89 
[4] Imam al-Gazali, Ringksan Ihya Ulumudiin, Pustaka Amani, Jakarta, 1995, hal 256
[5] Ibid. Hal 316
[6] Hamka, Tasauf modern, Pustaka panji Mas, jakarta, 1990, hal. 228
[7] Saardiman AM. Interaksi dan Motivasi Beljar Mengajar, Rajawali Press, jakarta, 2001, hal 156
[8] Al-Syaibani. Falsafah Pendidikan Islam. Bintang, Jakarta 1979, hal 156
[9] Drs. H. Ahmad Izzzan, M.Ag dan Saehudin, S.Th.I. Tafsir Pendidikan Studi ayat-Ayat Berdimensi Pendidikan. Pustaka Aufa Media. Banten 2012. Hal. 89 

Category: , ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar