AL-GHAZALI - HUJJATUL ISLAM

Wandi Budiman | 9/13/2014 | 0 komentar

Salah satu buku fenomenal yang sampai sekarang sering dikaji oleh banyak orang yang mendalami teologi Islam adalah Ihya Ulum Ad Din (Kebangkitan Kembali Ilmu-Ilmu Agama). Baik orang yang telah mendalami ajaran Islam maupun orang yang ingin mengenal Islam, akan merasakan banyak sekali manfaat yang didapat jika membaca buku ini. Bagi pihak pertama, buku ini ibarat mata air yang takan kunjung habis karena kajian spiritual yang terdapat di dalamnya. Sedangkan bagi pihak yang kedua, isi yang terkandung didalamnya relatif dapat membuat seseorang merasakan ajaran ortodoksi Islam secara langsung.

>>>>>>>>>>>>Al-Ghazali - Hujjatul Islam (1058-1111)<<<<<<<<<<<<

Masa kecil Al-Ghazali
Penulis karya terkenal ini yaitu Al-Ghazali dilahirkan di desa Ghazalah ddekat dengan kota Thus yang merupakan daerah perbatan antara Turmenistan dan Iran.

Pengembaraan cahaya Ilmu
Keluarga Al-Ghazali dikategorikan sebagai keluarga kurang mampu. Meskipun demikian hal itu tidak menghalangi Al-Ghazali untuk memiliki tekad yang sangat kuat untuk belajar. Tekad ini ditunjukan dengan pengembaraan yang dilakukannya ke berbagai daerah, diantaranya Jurjan (Turkmenistan) dan Naysabur (Iran).

Menjadi seorang Pengajar
Dalam pengembaraannya, tidak jarang ia mendapat pujian dari para guru yang mengajarkannya. Salah satu pujian yang pernah diterimanya adalah, “Al-Ghazali adalah lautan luas”. Tidak mengherankan jika diusia 33 tahun ia diangkat menjadi pengajar di ibukota kekhalifahan, Baghdad. Tempat ia mengajar bukanlah tempat sembarangan, tetapi merukan tempat pendidikan tinggi yang terkemuka dimasa itu, yaitu “Nizamiyyah”.

Menulis Buku Tahafut al Falasifah
Bagdad sendiri pada masa itu ibarat kota-kota megapolitan di era sekarang. Para penduduknya lebih suka hanyut dalam kubangan kesenangan duniawi sehingga terkesan melupakan atau melecehkan spiritual dan ajaran agama. Al-Ghazali yang berasal dari daerah yang tidak dapat dikatan sama dengan Bagdad, mengalami kejut budaya setelah mengalami sendiri hidup di tengah masyarakat Bagdad.

Salah satu kubangan yang mengusi hatinya adalah begitu berlebihannya orang-orang dalam mengagung-agungkan filsafat. Namun, bukan berarti Al-Ghazali langsung anti terhadap berbagai hal yang berbau filsafat. Ia bahkan mempelajari beragam ajaran filsafat yang membuatnya semakin yakin untuk membuat suatu karyanya yang terkenal yaitu Tahafut al Falasisah (Kebingungan para Filsuf).

Kesederhanaan Hidup
Al-Ghazali terkenal akan kesalehan dan kesederhanaanya. Walaupun ia telah cukup lama tinggal di Bagdad, namun pada masa pensiunnya ia lebih menyukai kehidupan yang sederhana dikampung halamannya sendiri. Disana, ia mengisi sebagian waktunya untuk mengajar di madrasah yang dibuat di samping rumahnya. Sang pemikir Islam terkenal dengan sebutan “Hujjatul Islam” (Pembela Islam) telah kembali kepada sang Rabbnya di Usia ke-57 Tahun. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang tertinggi disisi-Nya.

Sumber: Muhammad Razi- 50 Ilmuwan Muslim Populer

Wallahu ‘Alam (Ilmuwan Muslim)

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar