KENAPA DO’A TIDAK DITERIMA?

Unknown | 2/14/2014 | 0 komentar


Alhamdulillah pada Jum’at ini Saya  masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa melaksanakannya. Karena banyak sekali orang orang-orang tidak mampu untuk melaksanakan solat jum’at, karena sakit, dalam perjalanan atau tidak mempunyai keimanan dan sebagainya.
Ilustrasi gambar Anak Sedang Berdo'a (Sumber: Arrahmah.com)
Jum’at pada kesempatan ini khatib membahas mengenai do’a yang tidak terkabulkan atau tidak diterima oleh Allah SWT.
Diceritakan Syaqiq bin Ibrahim berkata: “Bahwa Ibrahim bin Adham pernah melewati sebuah kerumunan orang di pasar di kota Basrah, lalu orang-orang mengerumuninya dan bertanya: “Wahai Abu Ishaq, Allah berfirman di dalam Kitab Suci Al quran : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu”. Sementara kami selalu berdoa semenjak lama, tapi tidak kunjung dikabulkan.”

Hal ini pun mungkin terjadi kepada diri kita, kita sudah merasa banyak meminta kepada Allah, berdo’a dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi apa yang kita harapkan tidak kunjung tercapai, apa yang dicitakan tidak terlakasan.             
Lalu Ibrahim berkata: “Wahai penduduk Basrah, kenapa Allah tidak mengabulkan permintaan kalian? Karena hati kalian sudah mati, yaitu mati dalam 10 perkara :
Jadi ada 10 perkara yang membuat do'a kita tidak terkabul yaitu:

Pertama : kalian mengenal Allah, tetapi tidak mau menunaikan haknya.
Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah untuk disembah. Setiap hamba harus mensyukuri nikmat yang dilimpahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dengan jalan menyembah-Nya (ta’abbudi). Bagaimana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenankan do’a seorang hamba, bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan supaya ia menempuh jalan yang benar, tetapi yang ditempuhnya adalah jalan yang salah.

Kedua : kalian membaca kitab Allah (al-Qur’an), tetapi tidak mau mengamalkannya.
Kitab suci Al-Qur’an senantiasa dibaca (bahkan dilagukan), namun isinya tidak dipelajari sehingga tidak bisa menghayatinya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari.

Ketiga : kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya
Banyak dari umat Islam mengaku mencintai Rasulullah akan tetapi amalan-amalan yang telah dicontokan oelh Rasulullah, mereka tidak mengikuti. Ketika nabi senang mekaukan qiyamu lain umatnya masih banyak yang senang dengan tidurnya.

Keempat : kalian mengaku bermusuhan dengan setan, tetapi kalian akur dengannya.
Kalau ditanya kepada setiap orang, apakan kamu teman setan?? Pasti mereka akan menjawab bukan, tetapi kami adalah musuh setan. Hal demikian memang benar tetapi seharusnya disertai dengan perbuatannya yaitu menjauhi segala gangguan setan dan tidak melakukan semua bisikannya. Buakn sebaliknya, mengaku musuh setan, tetapi mengikuti bisikannya.

Kelima : kalian mengatakan cinta kepada surga, tetapi tidak mau beramal untuk menuju ke sana.
Setiap manusia pasi menginginkan surga sebagai tempat kembalinya kelak. Akan tetapi mereka hanya menginginkan sebatas bicara saja tanpa ada aksi nyata yang mereka lakukan dengan mendekati surga.

Keenam : kalian mengatakan takut kepada neraka, tetapi kalian malah menggadaikan diri kalian padanya.
Begitu juga, manusia pasti takut dan tidak mau masuk kedalam neraka, tetapi banyak juga manusia yang melukan perbuatan-perbuatan yang akan memasukan mereka kedalam api nerakan

Ketujuh : kalian mengatakan bahwa kematian itu benar adanya, tetapi kalian tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Banyak orang yang paham tentang akan berakhirnya masa hidup di dunia ini suatu saat nanti. Namu banyak punya manusia yang lupa terhadap masa tersebut, sehingga mereka merasa akan selamanya didunia dengan tidak mempersiapkan diri untuk akhirat.

Kedelapan : kalian sibuk mencari aib saudara kalian, tetapi mengabaikan aib kalian sendiri.
Peribahasa mengatakan; semut di ujung samudra terlihat jelas namun gajah dikelopak mata tidak terlihat. Inilah yang terjadi pada manusia yang hanya mencari – cari kesalahan orang lain tanpa melihat terhadap dirinya sendiri.

Kesembilan : kalian memakan karunia Allah, tetapi tidak mau mensyukurinya.
Manusia sudah banyak mendapat karunia dari Allah, baik kesehatan, karunia ilmu, karunia harta dan sebagainya. sejak kecil manusia diberikan nikmat Ilahi tapi tidak berterimakasih. Bahkan sering membangkang dengan menunjukkan kecongkakannya dan lupa daratan

Kesepuluh : kalian mengubur orang mati, tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari padanya.”
Bila ada orang yang meninggal dunia selalu tidak ketinggalan turut mengantar jenazah itu sampai ke pemakaman. Tapi tidak menarik pelajaran dari kejadian itu, bahwa apabila hari ini kita turut mengantar orang ke pemakaman, mungkin besok atau lusa kita sendiri yang akan diantar orang ke pemakaman. Dalam hubungan ini, diriwayatkan bahwa Abu Bakar Siddiq apabila turut mengantarkan jenazah, beliau menangis sampai air matanya jatuh ke jenggotnya karena menyadari bahwa beliau sendiri akan mengalami dimakamkan. Wallahu ‘Alam

Category: ,

About wandibudiman.blogspot.com:
Blog ini merupakan blog yang dikelola oleh Wandi Budiman, seorang manusia lemah yang selalu mencari keridhaan dari Tuhannya (Allah swt). Terimaksih sudah berkunjung ke Blog ini Semoga apa yang sudah di posting di Blog ini menjadi Sesuatu yang bermanfaat.Amin..

0 komentar