Dr. Adian Husaini memaparkan bahwa pendidikan karakter saja tidak cukup, tapi harus disertai pendidikan adab. Tanpa adab, manusia bisa berkarakter tapi tidak beradab. Buku ini memaparkan pendidikan karakter dan adab secara praktis dan mendasar, disertai dengan telaah tentang peran budaya ilmu dalam pembangunan peradaban Islam.

RESENSI BUKU PENDIDIKAN ISLAM MEMBENTUK MANUSIA BERKARAKTER & BERADAB

IDENTITAS BUKU

Judul Buku          : Pendidikan Islam Membentuk Manusia Berkarakter & Beradab
Pengarang : Dr. Adian Husaini
Peberbit     : Komunitas NuuN bekerjasama dengan program Pasca Sarjana Pendidikan dan Pemikiran Islam Universitas Ibnu Khaldun, Bogor
Tahun Terbit       : 2011
Kota Terbit          : Depok
Tebal          : vi + 225 halaman
ISBN          : 987-602-99152 - 1-1





Ilmuwan selanjutnya yang merupakan salah satu ilmuwan Muslim yang mempunyai pengaruh yang bersar bagi kehidupan manusia adalah Ar Razi. Seperti hanlnya iluwa Mulsim lainnya, nama Ar Razi bukanlah nama aslinya, melainkan nama yang diambil dari nama kota tempat kelahirannya Ar Rayy, dekat kota Teheran Iran. Ar Razi mempunyai nama lengkap yaitu Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar Razi.

>>>>Ar-Razi (865-925)<<<<



Ar Razi mulai mempelajari ilmu kodokteran di kota Bagdad saat ia menginjak usia remaja, yaitu sat dia berusia 13 tahun. Diusianya yang masih muda, ia tekenal sebagai seorang pakar obat-obatan dan kimia. Karirnya sebagai penyembuh manusia dilakoninya samapai ia menghembuskan napas terakhirnya di Bagdad Irak saat usianya menginjak enam puluh tahun.
Tahukah anda siapakah yang telah berjasa mengembanhkan fondasi dari pelajaran berhitung yang telah kita pelajari saat kita di bangku sekolah? Ya Jawabannya adalah al-Khawarizmi, dia adalah seorang ilmuwan muslim terkemuka yang telah membuka peradaban baru yang lebih baik untuk manusia.

Mari kita bahas lebih luas mengenai kehidupan al-Khawarizmi, Beliau mempunyai nama lengkap yaitu Muhammad bin Musa, sedangkan al-Khawarizmi didapatnya karena ia berasal dari Khawarizmi (sekarang ini berada diwilayah Ubzekistan). al-Khawarizmi menghabiskan waktu di kota kelahirannya hanya sebentar, karena pada masa masih kanak-kanak ia bersama orang tuanya pindah ke kota Bagdad.