Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh... pada kesempatann ini saya akan men-share Ringkasan kajian Majlis Tasbih Jum’at 14 Februari 2014 yang disampaikan Oleh H. Syamsuddim Ali Nasution, MA., PhD.* Pada Kesempatan ini Beliau membawakan materi tentang “Akhlak Terhadap Diri Sendiri”.
Organ Tubuh Manusia. Sumber Gambar: dobelstemcell.com
Islam sebagai sebuah Din yang mempunyai aturan hidupyang komplit. Dalam masalah Akhlak Islam tidak hanya sebatas memerintahkan Ummatnya untuk mempunyai akhlak terhadap Khaliknya akan tetapi juga, manusia diharuskan mempunyai akhlak terhadap dirinya sendiri.

Diri kita merupakan Amanah dari Allah swt yang harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik mungkin, jangan samapi kita membuat diri kita menjadi diri yang rusak atau kotor. Kita diperintah untuk memelhara diri kita sebagimana Firman Allah dalam QS. At-Tahrim[66] ; 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”

Perintah menjaga diri kita terbagi menjadi dua, yaitu; menjadi diri kita yang bersifat Fisik dan menjaga diri kita yang bersifat Psikis. Kedua-duanya harus kita jaga.

Adapun Menjaga diri kita yang bersifat Fisik diantaranya dengan:
1. Memberikan Nutrisi yang baik untuk diri Kita
2. Memberikan Makanan yang Halal dan Baik
3. Rajin Berolah Raga.
4. Tidak melakukan hal yang membuat diri kita tersiksa (merasa sakit.)
5. Tidak Meaksakan diri kita melakukan hal yang tidak Mampu.
6. Mengetahui Hak diri kita, Misalnya; Mata mempunyai hak untuk Istirahat, Melihat hal-hal yang baik, Telinga mempunyai hak untuk Mendengarkan hal-hal yang baik, dan sebagainya.
7. Menjaga Kesehatan diri kita.
8. dan masih banyak lagi yang lainnya yang berhubungan dengan Fisik Manusia, Manusia harus menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin.

Selain menjaga diri dari yang bersifat Fisik kita juga diharuskan menjaga diri dari yang bersifat Psikis kita.
Untuk menjaga dan merawat Psikis kita maka, kita harus mengetahui hal-hal yang harus dilakukan dan juga hal-hal yang harus dijauhi oleh diri kita, untuk lebih jelasanya ada beberapa hal yang harus di lakukan dan dijauhi oleh diri kita. Yaitu:
1. Menjauhi Sifat Dengki
2. Menjauhi Sifat Munafik
3. Menjauhi Perbuatan Sia-Sia
4. Tidak rakus
5. Menjauhkan diri dari Sifat Riya
6. Menjauhkan diri dari Sifat Ujub
7. Menjauhkan diri dari Sifat Takabur
8. Menjauhkan diri dari Sifat Popularitas untuk Pujian
9. Menjauhkan diri dari Sifat Bermuka Dua
10. Menjauhkan diri dari Sifat Kikir/ Bahil
11. Menjauhkan diri dari Sifat Putus Asa
12. Harus Bergembira dan Penuh Harapan.
13. Selalu mengharap Tuntunan Allah agar Menjadi Manusia yang Baik
14. Jujur dalam perkataan dan
15. Berbuat Ikhlas
16. Rendah hati.
17. Harus Menjaga harga diri dan kesucian diri.

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan ataupun dijauhi oleh kita dlam menjaga dan merawat diri kita baik yang bersifat Fisik dan yang bersifat Psikis. Semoga bermanfaat ringkasan Kajian ini, Wallahu ‘Alam...


* Beliau Merupakan Dosen di Universitas Djuanda Bogor


Pada kesempatan ini saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya tentang "Pendidikan Karakter menurut Imam Bukhari dalam Kitab Adabul Mufrad (Berbuat Baik Kepada Orang tua)" yang Disampaikan oleh: Dr. H. Endin Mujahiddin, M.Si.
Kitab Adabul Mufrad Karya Besar Imam Bukhari Rahimahullah

Pada pembahasan sebelumnya mengenai berbuat baik kepada orang tua ini, baru sampai pada point ke 7, maka pada kesempatan ini akan melanjutkan kepada poin ke-8 (delapan).
8. Do’a orang tua tidak pernah tertolak (selalu diizabah/ diterima) Oleh Allah SWT.
9.     Berbuat baik/berbakti kepada orang tua yang sudah wafat
a.     Mendo’akan keduanya
b.     Meminta ampunan / beristigfar untuk keduanya
c.      Menunaikan janji kedua orang tua
d.     Memuliakan saudara-saudara orang tua
e.      Menyambungkan tali silaturahmi
10. Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Beristigfar untuk kedua orang tua
11.  Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Mendo’akan orang yang telah mendo’akan orang tua
12. Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Tetap mendo’akan orang tua meskipun sudah tiada
13.  Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Bersahdaqoh untuk orang tua yang sudah meninggal
14.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Menjaga apa yang disukai orang tua
15.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Bersilaturahmi kepada teman-teman orang tua
16.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan Mengucapkan salam hormat kepada kedua orang tua
17.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan tidak membuat orang tua menangis
18.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan tidak melarang kesukaan orang tua
19.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan membebaskan orang tua dari perbudakan
20.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan membuat keduanya tersenyum
21. Berbuat baik/berbakti kepada orang tua merupakan jihad
22.  Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan tidak mendurhakainya
23.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan tidak mencaci/menyakiti orang tua orang lain
24.Berbuat baik/berbakti kepada orang tua dengan tidak mencaci orang tua sendiri
25. Membuat orang tua menangis adalah dosa besar.
Siklus Berbuat Baik Kepada kedua Orang Tua (Gambar: Facebook.com

"Namun saya mohon maaf pada kesempatan ini point-point dari berbaikti kepada orang tua dalam kitab adabul mufrad ini belum disertai dengan hadit-haditsnya, mudah-mudahan di lain kesempatan saya akan menambahkannya supaya lebih lengkap."
Kajian ini ditutup dengan sebuah kata hikmah
“SEORANG IBU ITU MAMPU UNTUK MERAWAT 10 (SEPULUH) ORANG ANAK, AKAN TETAPI BELUM TENTU 10 (SEPULUH) ORANG ANAK MAMPU MERAWAT SEORANG IBU”
Pemateri juga mengakhiri dengan sebuah kisah tentang berbuat baik kepada kedua orang tua, yaitu kisahnya “KILAB BIN UMAIYAH” untuk melihat kisahnya Klik disini